28.4 C
Sidoarjo
Wednesday, May 20, 2026
spot_img

Banjir Pasuruan Sisakan Dua Kecamatan, Ratusan KK Terendam 50 Cm

Kab Pasuruan, Bhirawa
Hujan deras yang mengguyur wilayah Pasuruan Raya sejak Selasa (19/5) malam menyisakan duka bagi ribuan warga. Akibat intensitas hujan yang tinggi di wilayah hulu, Sungai Welang dan Sungai Petung meluap bersamaan. Imbasnya, genangan air mengepung sejumlah titik di wilayah Kabupaten maupun Kota Pasuruan hingga Rabu (20/5) siang.

Kondisi ini kian diperparah oleh fenomena alam di kawasan pesisir. Aliran air sungai yang mengarah ke laut tidak dapat dibuang dengan cepat.

”Di wilayah hulu hujan deras, sedangkan di hilir juga dipengaruhi kondisi air laut yang sedang pasang. Akibatnya, genangan air masih tertahan,” tandas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, Rabu (20/5).

Hingga Rabu pagi, BPBD mencatat banjir masih merendam permukiman di wilayah Kecamatan Pohjentrek dan Kecamatan Kraton. Sementara untuk wilayah Purwosari, Pandaan dan Bangil dilaporkan sudah berangsur surut.

Di Kecamatan Pohjentrek, wilayah terparah berada di Desa Sukorejo yang mencakup tiga dusun. Yakni, Dusun Rujaksente dengan ketinggian air 30-40 cm (195 KK terdampak). Di Dusun Suko, jetinggian airnya mencapai 50-60 cm (175 KK terdampak). Untuk di Dusun Duyo ketinggian air 50-60 cm (140 KK terdampak).

Sementara di Kecamatan Kraton, air masih betah merendam tiga desa, yakni Desa Pulokerto, Sidogiri dan Tambakrejo. Kemudian, di Dusun Bulu, Desa Tambakrejo, sebanyak 350 KK terpaksa harus bertahan di tengah kepungan banjir setinggi setengah meter.

Berita Terkait :  SPPG Yayasan Machfudhoh Aly Ubaid, Hadirkan MBG Ramadan Bergizi

Amukan air tidak hanya melanda wilayah Kabupaten Pasuruan. Di wilayah Kota Pasuruan, luapan air dilaporkan menggenangi Kelurahan Karangketug dan Krapyakrejo di Kecamatan Gadingrejo.

Bahkan di Dusun Rujakgadung, Kelurahan Karangketug, ketinggian air sempat mencapai sepinggul orang dewasa. Derasnya arus banjir semalam bahkan memakan korban infrastruktur.

”Pagar jembatan Rujakgadung ambruk diterjang banjir tadi malam,” urai Moch Iqbal, salah seorang warga setempat.

Tak hanya merendam ribuan rumah, banjir juga melumpuhkan urat nadi transportasi. Jalur poros Pantura Surabaya-Pasuruan, tepatnya di Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton, tergenang air hingga ketinggian 40-50 sentimeter.

Akibatnya, arus lalu lintas dari kedua arah sempat tersendat. Kendaraan merayap pelan demi menghindari lubang jalan yang tertutup air. Beberapa pengendara roda dua terpaksa mendorong motornya karena mogok akibat nekat menerobos genangan.

BPBD mengimbau kepada para pengguna jalan, khususnya roda dua, untuk tetap waspada jika terpaksa melintas.

”Untuk jalur Pantura sebenarnya masih bisa dilewati, tapi harus ekstra hati-hati. Khususnya untuk kendaraan roda dua agar tidak mogok,” imbuh Sugeng Hariyadi. [hil.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!