27.8 C
Sidoarjo
Wednesday, June 10, 2026
spot_img

Handi di Mata Stafnya, Sukses Dongkrak PAD Kota Malang Lewat Digitalisasi

Kota Malang, Bhirawa
Lolosnya Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang, Handi Priyanto, dalam seleksi terbuka posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang memicu respons positif dari jajaranya.

Jajaran internal Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Handi dinilai sukses membawa perubahan signifikan dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang melalui transformasi digital.

Kepala Bidang Pengendalian Pajak Bapenda Kota Malang, Syarif Hidayat, mengungkapkan bahwa Handi Priyanto merupakan sosok pemimpin visioner dengan komitmen kuat dalam memperkuat fiskal daerah. Kehadiran inovasinya dinilai sangat krusial di tengah tantangan berat yang dihadapi pemerintah daerah saat ini.

Syarif menjelaskan, tantangan pemerintah daerah kini semakin kompleks seiring dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Kondisi ini menuntut kemandirian daerah dalam menggali dan memperkuat sumber-sumber pendapatan asli.

“Terlebih dengan kondisi sekarang, adanya efisiensi dan pemangkasan TKD dari pemerintah pusat, semua daerah dituntut meningkatkan PAD dan memperkuat fiskal daerah. Di situ peran beliau sangat terasa,” ujar Syarif, Rabu (20/5).

Selama menakhodai Bapenda Kota Malang, Handi dikenal tegas dan konsisten mengawal inovasi pelayanan pajak berbasis digital. Langkah modernisasi ini dinilai berhasil memangkas birokrasi yang rumit menjadi lebih ringkas.

“Sosok yang visioner dan sangat fokus terhadap peningkatan PAD. Salah satu langkah paling terasa adalah digitalisasi pelayanan pajak yang membuat sistem lebih efektif, transparan, dan memudahkan masyarakat,” imbuhnya.

Berita Terkait :  Bangkitkan Semangat Perjuangan dan Persatuan, PEPC JTB Gelar Olahraga Bersama Stakeholder

Transformasi Digital dan Sinergi OPD
Transformasi digital yang diinisiasi Handi membawa lompatan besar bagi sistem pelayanan dan pengawasan pajak di Kota Malang. Proses yang dulunya manual kini telah terintegrasi penuh dalam sistem digital, mulai dari mekanisme pembayaran hingga monitoring kepatuhan wajib pajak secara real-time.

“Pak Handi selalu menyampaikan bahwa PAD adalah nyawa pemerintah daerah. Karena itu semua bidang harus bergerak cepat, inovatif, tetapi tetap humanis dalam pelayanan kepada masyarakat,” tegas Syarif.

Tidak hanya fokus pada internal, dalam upaya optimalisasi penerimaan daerah, Handi juga aktif memperkuat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sinergi intensif dibangun bersama Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Diskopindag, hingga Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).

Rekam jejak dan pengalaman panjang Handi Priyanto dalam memimpin berbagai perangkat daerah strategis dinilai menjadi modal berharga untuk mengemban amanah baru sebagai Sekda Kota Semarang.

“Beliau sangat berpengalaman dan memang layak mendapat jenjang karier lebih tinggi. Saya optimistis beliau mampu membawa perubahan positif dan kontribusi besar di tempat tugas yang baru,” kata Syarif.

Ia pun berharap Handi bisa segera beradaptasi dengan dinamika birokrasi serta karakteristik masyarakat di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut.

“Semoga amanah, diberi kemudahan, dan mampu merangkul semua pihak. Dengan pengalaman yang dimiliki, saya yakin beliau bisa menjalankan tugas dengan baik,” tuturnya.

Berita Terkait :  Resahkan Warga, Pemerintah Kota Malang Kejar Pembuang Limbah B3

Di akhir penyataannya, Syarif mengingatkan bahwa keberhasilan seorang pejabat tidak hanya diukur dari angka-angka capaian kerja, melainkan juga dari integritas dan kemampuan menjaga hubungan baik di lingkungan birokrasi maupun masyarakat.

“Setinggi apa pun jabatan dan kemampuan seseorang, etika dan adab tetap menjadi yang utama,” pungkasnya. [mut.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!