29.6 C
Sidoarjo
Tuesday, May 19, 2026
spot_img

Ratusan Guru Tulungagung Ikuti Aksi SIAGA di Jakarta


Tulungagung, Bhirawa
Ratusan guru di Tulungagung yang tergabung dalam Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) berangkat menuju Jakarta, Selasa (19/5) pagi. Mereka akan mengikuti aksi unjuk rasa akbar yang bertajuk Silaturahmi Akbar Guru Indonesia (SIAGA) di Gedung DPR RI yang bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Rabu (20/5).

“Kami akan menuju DPR RI. Ada dua kendaraan bus yang berangkat,” ujar Ketua PD PGSI Tulungagung, Nur Qomarudin, saat akan berangkat ke Jakarta di SPBU sekitar Terminal Gayatri Kota Tulungagung, Selasa (19/5).

Ia menyebut ada sekitar 110 orang guru yang ikut dalam rombongan dua kendaraan bus tersebut. “Nanti saat melakukan aksi di DPR RI kami akan bergabung dengan delapan organisasi guru lainnya. Selain PGSI,” terangnya.

Tujuan utama aksi SIAGA menurut Qomarudin adalah untuk mendukung DPR RI mengamandemen Undang-Undang Guru dan Dosen. Undang-undang tersebut selama ini belum mengakomodir semua guru di Indonesia, utamanya guru honorer dan guru swasta.

“Selama ini terjadi mispersepsi, di dalam undang-undang di mana guru honorer hanya guru yang sukwan di sekolah negeri. Ini bagaimana supaya nanti guru yang berada di yayasan sekolah swasta atau madrasah swasta juga mendapat kesetaraan dari sisi nasib, kesejahteraan, biar pengelolaannya terpusat,” paparnya.

Ia berharap dengan amandemen undang-undang yang baru tidak ada lagi dikotomi antara guru swasta dan guru ASN.

Berita Terkait :  Kodim Mojokerto Edukasi Kebangsaan ke 113 Siswa SDIT Permata

“Nanti supaya tercover guru dalam undang-undang guru yang ada ya guru Indonesia. Tidak terkelas-kelas,” tandasnya.

Soal kesetaraan dan perhatian pemerintah, Qomarudin mengatakan selama ini guru di sekolah negeri bisa menjadi ASN karena terdata dalam database. Sementara guru swasta harus mendaftar melewati jalur umum.

“Guru yang sudah tua-tua itu harus jalur umum bersaing dengan guru yang masih muda, kan otomatis tidak mampu kalau guru tua. Dari sisi akademiknya kan jelas berbeda, walaupun mereka menang dari sisi pengalaman dalam menjalankan pendidikan di lembaga. Harapannya ada kesetaraan itu,” pungkasnya. [wed.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!