30.3 C
Sidoarjo
Friday, May 8, 2026
spot_img

Jatim Wujudkan Kedaulatan Pangan Berkelanjutan via Modernisasi Pertanian dan Surplus Beras untuk Ekspor Global

Madiun, Bhirawa

Di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Gerakan Panen dan Percepatan Tanam di Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, pada Jumat (8/5) pagi. Inisiatif ini menyoroti peran strategis Jatim sebagai lumbung pangan nasional yang siap ekspansi ke pasar internasional, didukung modernisasi alat mesin pertanian (Alsintan) dan semangat petani muda.

Gubernur Khofifah menekankan bahwa surplus produksi padi Jatim membuka peluang ekspor beras hingga tahun depan. “Kaitan kondisi surplus padi dan beras di Jatim, Gubernur Khofifah mengaku optimis bahwa suplai saat ini bisa cukup sampai tahun depan. Hal ini menjadi sinyal positif untuk upaya ekspor beras ke mancanegara,” terang dia.

Data BPS memperkuat optimisme ini. Angka Tetap BPS Tahun 2025 mencatat luas panen 1,84 juta hektare dengan produksi 10,44 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), naik 12,60 persen dari 9,77 juta ton tahun sebelumnya. Rilis BPS 4 Mei 2026 memproyeksikan produksi Januari-Juni 2026 mencapai 6,62 juta ton GKG, meningkat 5,28 persen dari periode sama tahun lalu—dengan prediksi kenaikan hingga 5 persen untuk semester pertama.

“Tidak sekedar bagaimana kita memaksimalkan produksi padi dan beras di Jawa Timur, tapi juga kita ingin menjadi bagian yang bisa membawa Indonesia bukan hanya berketahanan pangan tapi berkedaulatan pangan berkelanjutan,” ucap Gubernur Khofifah.

Berita Terkait :  Kota Batu dan Pasuruan Aman, Lakukan Sidak Pasar, Satgas Pangan Pastikan Bapangan Sesuai HET dan Mutu Produk

“Ini artinya produktivitas pertanian Jawa Timur tetap tumbuh positif dan resilien di tengah berbagai tantangan global dan perubahan iklim. Insya Allah Jatim tetap menjadi tumpuan bagaimana ketahanan pangan program Pak Presiden Prabowo yang bisa diwujudkan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Modernisasi Alsintan Dorong Petani Muda Bertahan di Desa

Khofifah menyoroti modernisasi Alsintan seperti transplanter, rotavator, drone sprayer, dan combine harvester sebagai kunci, terutama dengan Jatim memiliki petani muda terbanyak di Indonesia.

“Saya rasa ini sangat friendly dengan anak-anak muda sehingga mereka tidak semua ke kota, tapi mereka juga menjadi bagian dari penguat sektor pertanian,” katanya.

Pada acara tersebut, Gubernur secara simbolis menyerahkan bantuan Alsintan dari Pemprov Jatim kepada Kelompok Tani Sumber Rukun di Kecamatan Balerejo: tiga unit hand traktor singkal, empat unit cultivator, enam unit combine harvester besar, dan satu unit rotavator.

Strategi Lima Pilar Pemprov Jatim dan Dukungan Pusat

Pemprov Jatim telah terapkan lima langkah strategis untuk kedaulatan pangan: percepatan tanam dengan benih unggul tahan kekeringan, optimalisasi Alsintan, pola tanam adaptif berbasis teknologi mitigasi iklim, pengelolaan irigasi via pompanisasi dan rehabilitasi, serta pelaporan cepat bencana/OPT.

Plh. Dirjen Tanaman Pangan Kementan RI Tin Latifah menegaskan kontribusi Jatim: hingga Mei 2026, provinsi ini capai 238.000 ha dari target nasional 1,7 juta ha (dari 16 juta ha tahunan).

Berita Terkait :  Pemkab Bojonegoro Rancang Program Pendampingan Lansia Sebatang Kara

“Oleh karena itu, kami mengajak serta seluruh pihak yang sudah ahli di masing-masing bidangnya kali ini. Jadi kami sangat yakin Provinsi Jawa Timur ini peningkatan produksinya tadi yang diprediksi 5% akan tercapai,” ujarnya, dengan catatan mitigasi puso akibat OPT atau kekeringan.

Bupati Madiun Hari Wuryanto berkomitmen jadi garda terdepan. Kabupaten Madiun siap menjadi garda terdepan dalam menjaga surplus beras di Jawa Timur. Dengan segenap arahan dan dukungan berkelanjutan dari pemerintah provinsi khususnya dalam menjaga stabilitas di tingkat petani agar mereka tetap terjamin saat hasil panennya melimpah. Kabupaten ini catat luas panen 82.826 ha tahun 2025 dengan 480 ribu ton GKG, produktivitas rata-rata 5,80 ton/ha (hingga 7 ton/ha).

Khofifah menutup dengan penghargaan, terima kasih semuanya semua yang sudah berikhtiar untuk  melakukan percepatan masa tanam. “Panjenengan semua ini para pahlawan-pahlawan pangan yang luar biasa, para petani para Gapoktan yang luar biasa menjadikan Jawa Timur ini produksi pangannya tertinggi di antara semua provinsi di Indonesia.” Langkah ini perkuat posisi Jatim sebagai mesin kedaulatan pangan nasional yang ekspansif. [aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!