28 C
Sidoarjo
Tuesday, April 28, 2026
spot_img

Cegah Lonjakan Harga, Pemkot Mojokerto Perkuat KWT Lewat Program Cabenisasi

Pemkot Mojokerto, Bhirawa
Pemerintah Kota Mojokerto terus melakukan langkah strategis untuk menekan laju inflasi, salah satunya melalui program cabenisasi yang melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT). Upaya tersebut diwujudkan lewat Pelatihan Peningkatan Kapasitas KWT di Gedung PLUT, Selasa (28/4), yang diikuti 125 peserta dari 29 kelompok KWT se-Kota Mojokerto.

Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari pelatihan tanaman pangan dan hortikultura yang sebelumnya telah digelar sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita menegaskan bahwa keterbatasan lahan di wilayah perkotaan bukan alasan untuk tidak berkontribusi menjaga ketersediaan pangan. Menurutnya, pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya cabai menjadi solusi nyata. “Satu-satunya upaya yang bisa kita lakukan adalah nandur lombok dewe, sehingga panjenengan tidak terlalu tergantung pada ketersediaan cabai di pasaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, budidaya cabai di tingkat rumah tangga dapat mengurangi ketergantungan pada pasar, terutama saat harga cabai mengalami kenaikan. Ning Ita juga mengajak seluruh anggota KWT untuk aktif mendukung program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

“Jadi tolong panjenengan ikut membantu menyukseskan satu program ketahanan pangan dan dua pengendalian inflasi, dengan ngeramut lombok di pekarangan panjenengan masing-masing,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto Novi Rahardjo mengatakan, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas KWT baik dalam budidaya maupun pengolahan hasil pertanian. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, 28 hingga 29 April 2026.

Berita Terkait :  Manfaatkan CSR dan Tanah Kas Desa, Bangun Kandang Komunal Domba Sumbergondo Kota Batu

Menurutnya, cabai dipilih karena menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi nasional. Karena itu, gerakan budidaya cabai secara serentak dinilai penting agar kebutuhan rumah tangga dapat dipenuhi secara mandiri.

Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Bidang Tanaman Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Pujiati Ningsih serta Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto Christianto.

Sebagai bentuk dukungan, Pemkot Mojokerto juga menyiapkan 70 paket bahan ajar untuk menunjang praktik budidaya cabai. Melalui kegiatan ini, KWT diharapkan mampu mewujudkan kemandirian pangan sekaligus menjaga stabilitas harga cabai di Kota Mojokerto.[oky.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!