28 C
Sidoarjo
Monday, April 27, 2026
spot_img

Biro Perekonomian Setdaprov Jatim Beber Dampak Program Misi Dagang Bagi Perekonomian Daerah

Surabaya, Bhirawa

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) terus berkomitmen meningkatkan kinerja perekonomian daerah. Diantaranya adalah dengan giat melakukan program Misi Dagang.

Berdasarkan data BPS Jawa Timur, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur secara tahunan pada tahun 2025 sebesar 5,33 persen (c to c). Kinerja ekspor Jawa Timur tumbuh sebesar 6,63 persen (c to c) dan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi di Jatim,” ujar MHD Aftabuddin Rijaluzzaman, Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Jatim, Senin (27/4/2026).

Selain kenaikan ekspor luar negeri, khususnya komoditas perhiasan/permata, ekspor antar provinsi juga tumbuh sejalan dengan pelaksanaan misi dagang Jawa Timur ke 12 Provinsi antara lain Maluku Utara, Maluku, Kalimantan Timur, Papua Barat Daya, NTB, Lampung, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Sulawesi Tengah, NTT, Sulawesi Tenggara dan Kepulauan Riau, sepanjang tahun 2025 dengan total nilai transaksi sebesar Rp16,31 T.

Berdasarkan informasi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, bahwa kegiatan Misi dagang tahun 2026 akan dilaksanakan sebanyak 9 kali dan telah terlaksana sebanyak  2 kali yaitu di Provinsi Jawa Tengah  dengan total transaksi sebesar Rp3,15 T.

Lalu berikutnya di Provinsi Jakarta, dengan total transaksi sebesar Rp5,74 T, sehingga total transaksi misi dagang  Tahun 2026 (Januari-Maret) sebesar Rp8,89 T.

Sebelumnya, pada Hari Kamis lalu, 23 April 2026, Pemerintah Provinsi Jatim telah melakukan penandatangan perjanjian antar provinsi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di M Bahalap Hotel Palangka Raya.

Berita Terkait :  Evaluasi KLA, DP3APPKB Gelar Pertemuan Gugus Tugas

“Adapun pada tahun 2027 mendatang, Program Misi Dagang Pemerintah Provinsi Jatim direncanakan akan dilaksanakan sebanyak 9 kali pada 9 Provinsi,” pungkas Afta.

Perlu diketahui, Program Misi Dagang Jawa Timur adalah agenda strategis Pemprov Jatim untuk mempertemukan pelaku usaha (B2B) dan pemerintah (G2B) guna memperluas pasar, meningkatkan transaksi produk unggulan, serta memperkuat investasi antar daerah. Kegiatan ini fokus pada hilirisasi, memperluas jangkauan UMKM, dan konektivitas perdagangan domestik. [aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru