24 C
Sidoarjo
Thursday, April 30, 2026
spot_img

MUI dan BNN Gresik Kolaborasi Perkuat Pencegahan Narkoba Berbasis Keagamaan

Gresik,Bhirawa
Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik tandatangani MoU perkuat pencegahan narkoba berbasis keagamaan. MoU ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pencegahan dan pemberantasan penyalagunaan narkoba di Gresik.

Kepala BNN Kabupaten Gresik, AKBP Suharsi SH MSi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran pimpinan MUI Kabupaten Gresik dan seluruh Ketua MUI Kecamatan, dan menilai pertemuan ini menjadi semangat baru bagi BNN untuk memperkuat kolaborasi dalam menyosialisasikan bahaya narkoba kepada masyarakat luas.

”Kami mengucapkan terima kasih atas kedatangan jajaran pimpinan MUI Kabupaten Gresik dan seluruh Ketua MUI Kecamatan, ini adalah spirit bagi kami untuk terus berkolaborasi dalam menginformasikan bahaya narkoba ke masyarakat,” ujarnya Rabu (15/4).

AKBP Suharsi menjelaskan, pendekatan melalui jalur keagamaan dinilai sangat efektif, mengingat MUI memiliki kepengurusan hingga tingkat kecamatan. Hal ini diyakini mampu memperluas jangkauan edukasi tentang bahaya narkotika, sekaligus menjadi bagian dari arahan kerja sama yang didorong oleh pemerintah pusat. ”Melalui pintu gerbang agama, pencegahan narkoba bisa sangat luas. MUI ada di seluruh kecamatan, sehingga ini akan sangat efektif untuk menyebarluaskan informasi bahaya narkotika,” tegasnya.

AKBP Suharsi juga memaparkan, BNN memiliki tugas utama dalam edukasi dan pemberdayaan masyarakat sebagai upaya pencegahan. Selain itu, BNN juga membuka ruang bagi masyarakat untuk melapor apabila terdapat penyalahgunaan narkoba, yang nantinya akan ditangani melalui rehabilitasi, di samping tetap melakukan penindakan terhadap para bandar.

Berita Terkait :  Satlantas Polres Situbondo Amankan Arus Lalu Lintas pada Akhir Nataru di Pantai Pasir Putih

”Kalau ada tetangga atau keluarga yang menggunakan Narkoba, bisa segera melapor ke BNN, nanti akan direhabilitasi. Namun untuk bandar, tetap dilakukan penangkapan,” jelasnya.

AKBP Suharsi juga menyoroti kondisi Indonesia yang dinilai tengah berada dalam situasi darurat narkoba, dengan dampak kerusakan yang sangat besar, termasuk terhadap fungsi otak. Dalam konteks itu, BNN mengembangkan program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBS) sebagai langkah pencegahan dan penanganan di tingkat lingkungan.

”Indonesia kini darurat narkoba. Narkoba daya rusak luar biasa, bahkan bisa merusak otak. Karena itu kami mempunyai Program IBS, di mana kader bisa memberikan pertolongan pertama bagi masyarakat yang terpapar,” ungkapnya.

AKBP Suharsi berharap, kerja sama dengan MUI dapat ditindaklanjuti melalui pelatihan kader, sehingga para tokoh agama seperti kiai dan bu nyai dapat berperan aktif dalam penyuluhan sekaligus penanganan awal di masyarakat, serta menjadi corong dalam menyampaikan bahaya narkoba.

”Kami berharap nanti lahir para Kiai dan Ibu Nyai yang bisa melakukan penyuluhan dan pertolongan pertama, sehingga benar-benar menjadi corong masyarakat dalam menyampaikan bahaya narkoba,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum MUI Kabupaten Gresik, Makmun MAg, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya penandatanganan nota kesepahaman ini, dan menyebut kerja sama ini sebagai cita-cita lama yang akhirnya terwujud, sekaligus bentuk komitmen bersama dalam pencegahan narkoba di Gresik. ”Alhamdulillah penandatanganan MoU ini akhirnya bisa terlaksana. Ini memang menjadi cita-cita kami sejak lama, dan kami mengapresiasi inisiasi dari BNN,” tuturnya.
Makmum menilai persoalan Narkoba tak cukup diselesaikan melalui pendekatan hukum semata, melainkan juga harus dilihat sebagai persoalan moral dan sosial keagamaan. Menurutnya, peran tokoh agama menjadi sangat penting karena mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat setiap hari.
”Penyalahgunaan Narkoba tidak hanya urusan hukum, tetapi juga urusan moral dan sosial keagamaan. Para Ustadz dan Kiai memiliki peran penting karena mereka mendampingi masyarakat setiap hari,” jelasnya.

Berita Terkait :  Pemkot Pasuruan Bersinergi terhadap Pekerja Rentan

Makmun MAg menambahkan, forum-forum keagamaan seperti majelis taklim dan istighotsah dapat menjadi sarana efektif untuk menyebarluaskan edukasi tentang bahaya narkotika dan menekankan pentingnya menjaga identitas Gresik sebagai Kota Wali dan Kota Santri di tengah tantangan modernisasi.

”Melalui majelis taklim, istighotsah dan forum keagamaan lainnya, kita bisa menyampaikan bahaya Narkoba. Gresik ini Kota Wali dan Kota Santri, itu harus dipertahankan bersama,” ujarnya. [eri.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!