31.1 C
Sidoarjo
Wednesday, July 15, 2026
spot_img

Pemprov Jatim Prioritaskan Program Road to Malang Raya sebagai Akselerasi Infrastruktur Strategis

Kab Malang, Bhirawa – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) telah memprioritaskan Program Road to Malang Raya melalui pembangunan infrastruktur strategis, konektivitas aglomerasi, serta pengembangan koridor ekonomi 4.0. Kebijakan ini mencakup pelebaran jalan akses vital, integrasi moda transportasi, dan penataan kawasan publik di Malang Raya.

“Kebijakan strategis ini mencakup pelebaran jalan akses vital, integrasi moda transportasi massal, hingga penataan menyeluruh pada kawasan publik di Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu,” kata Wakil Gubernur (Wagub) Jatim Emil Elestianto Dardak, Rabu (15/7), saat memaparkan Program Road to Malang Raya melalui zoom meeting, yang digelar Bakorwil III Malang.

Menurutnya, salah satu lompatan besar dalam integrasi transportasi publik adalah persiapan peluncuran Bus Trans Jatim Koridor II (Malang–Kepanjen). Layanan ini ditargetkan mulai beroperasi resmi pada Oktober 2026 guna memperkuat jaringan yang sudah ada. Status operasional Trans Jatim saat ini, yakni sejak November 2025, Koridor I (Gajayana) telah aktif melayani rute Terminal Hamid Rusdi, Kota Malang-Terminal Landungsari, Kabupaten Malang-Kota Batu.

Untuk Rute Koridor II terbaru, menghubungkan Terminal Talangagung Kepanjen, Kabupaten Malang-Terminal Hamid Rusdi, Kota Malang-Terminal Arjosari Kota Malang. Dan untuk rencana selanjutnya, Pemprov Jatim saat ini tengah mengkaji rute alternatif dari Terminal Hamid Rusdi ke arah Timur menuju kawasan wisata Tumpang, Kabupaten Malang.

“Fasilitas armada yakni sebanyak 15 unit bus (14 operasional, 1 cadangan), yang disiapkan dengan spesifikasi bus mikro atau medium yang disesuaikan dengan kapasitas jalan perkotaan,” terangnya.

Berita Terkait :  Di Probolinggo, 25 Ribu Pekerja Rentan Dapat Perlindungan Sosial dari DBHCHT 2025

Dalam kesempatan itu, Emil juga menyampaikan, progres Jalan Gondanglegi-Balekambang yang kini sudah tembus mencapai 75 persen. Di sektor infrastruktur jalan, proyek peningkatan jalan nasional sepanjang 30,485 kilometer yang mempermudah akses ke Jalur Lintas Selatan (JLS) dan kawasan wisata Pantai Selatan terus dikebut oleh Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (kemen PUPR).

Saat ini, capaian fisik konstruksi dilaporkan telah menyentuh angka 70 persen hingga 75 persen. Dan berdasarkan adendum terbaru, target penyelesaian proyek dibagi menjadi dua tahap. Lot B (Wonokerto–Balekambang) ditargetkan rampung pada September 2026. Dan untuk

Lot A (Gondanglegi–Wonokerto) ditargetkan selesai pada Desember 2026 mendatang.

Secara spesifikasi, jelas dia, jalan yang semula hanya memiliki lebar 8 meter kini diperluas menjadi 11 meter. Proyek ini juga dilengkapi dengan rekonstruksi jembatan, pemasangan box culvert, serta lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) berbasis LED.Sementara, tantangan di lapangan diantaranya pengerjaan saat ini difokuskan pada area lahan yang sudah clear.

“Terkait sisa 231 bidang lahan yang belum bebas, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Malang menargetkan penyelesaian seluruh proses administrasi paling lambat akhir tahun ini,” papar nya.

Emil menegaskan, Pemprov Jatim tidak hanya fokus pada jalur penghubung antar wilayah, penataan di pusat perkotaan juga menjadi atensi serius, juga mengawal langsung proyek revitalisasi drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) Kota Malang untuk mengatasi masalah genangan air. Langkah ini akan diikuti dengan kelanjutan pembangunan trotoar dan pedestrian guna mengurai kemacetan sekaligus penertiban area parkir liar. Dan di samping itu, peninjauan langsung juga dilakukan di Terminal Landungsari untuk memastikan kesiapan layanan fasilitas publik.

Berita Terkait :  Warga Gresik Boleh Pinjam Mobil Ketua Dewan Gratis

 Komitmen pembangunan ini, kata dia, ditutup dengan pendekatan humanis, dimana dirinya turut terlibat aktif dalam berbagai kegiatan komunitas dan kepemudaan, termasuk membuka turnamen olahraga di Kecamatan Lawang.

“Melalui integrasi menyeluruh antara transportasi publik yang andal dan infrastruktur jalan yang mantap, kawasan Malang Raya bersiap menyongsong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya. [cyn.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!