Surabaya, Bhirawa
Apresiasi nyata kembali ditunjukkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada para atlet difabel yang mengharumkan nama bangsa. Bonus miliaran rupiah resmi dicairkan bagi peraih medali ASEAN Para Games 2025, menjadi bukti komitmen kesetaraan sekaligus dorongan menuju prestasi yang lebih tinggi.
Ajang ASEAN Para Games 2025 yang berlangsung di Nakhon Ratchasima, Thailand, pada 20-26 Januari 2026 menjadi panggung penting bagi kontingen Indonesia. Dalam kompetisi dua tahunan tersebut, Indonesia berhasil menempati posisi runner-up dengan perolehan 135 emas, 143 perak, dan 114 perunggu. Tuan rumah Thailand keluar sebagai juara umum dengan raihan 175 emas, 155 perak, dan 157 perunggu. Sebanyak 15 atlet dan dua pelatih asal Jatim yang berhasil menyumbangkan total 33 medali untuk Indonesia.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, turut menyampaikan apresiasi tinggi kepada para atlet dan pelatih. Ia menyebut mereka sebagai pahlawan olahraga yang telah mengharumkan nama daerah dan Indonesia di tingkat internasional. “Atas nama Pemprov Jawa Timur kami menyampaikan terima kasih. Pelatihnya luar biasa, atletnya juga sangat luar biasa. Terima kasih semuanya,” ujar Khofifah.
Lebih jauh, Khofifah mendorong para atlet untuk tidak cepat berpuas diri. Ia menekankan pentingnya menjaga stamina, meningkatkan kemampuan teknis, serta memperkuat mental bertanding menghadapi kompetisi yang semakin kompetitif.
“Terus jaga stamina, tingkatkan skill, dan lakukan pemetaan terhadap kompetitor. Ketahanan fisik dan mental harus dibangun secara seimbang karena tantangan di setiap kompetisi selalu dinamis,” tuturnya.
Ke depan, Pemprov Jawa Timur memastikan akan terus mendukung persiapan atlet menuju Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, yang dijadwalkan berlangsung pada 18-24 Oktober 2026. Ajang tersebut menjadi target berikutnya untuk mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi Indonesia di level Asia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jawa Timur, Hadi Wawan Guntoro, menyebut ada 15 atlet dan dua pelatih asal Jatim yang berhasil menyumbangkan total 33 medali untuk Indonesia. “Secara keseluruhan, Jawa Timur menyumbangkan sepuluh medali emas, 19 perak, dan empat perunggu. Ini tentunya capaian luar biasa,” ujar Wawan di Surabaya, Rabu (15/4).
Sebagai bentuk penghargaan, Pemprov Jawa Timur memberikan bonus dengan skema yang disesuaikan berdasarkan kategori pertandingan. Untuk nomor perorangan, peraih emas menerima Rp73.125.000, perak Rp43.625.000, dan perunggu Rp24.125.000.
Pada kategori beregu dua hingga tiga orang, bonus emas sebesar Rp68.250.000, perak Rp39.000.000, dan perunggu Rp19.500.000. Sementara untuk beregu empat hingga enam orang, bonus emas mencapai Rp63.375.000, perak Rp34.125.000, dan perunggu Rp14.625.000.
Adapun untuk beregu dengan lebih dari enam anggota, bonus emas sebesar Rp58.500.000, perak Rp29.250.000, dan perunggu Rp12.187.000. Pelatih yang atletnya meraih medali emas juga mendapatkan bonus senilai Rp73.125.000.
Wawan menegaskan, besaran bonus tersebut tidak dibedakan dengan atlet non-difabel, sebagai bagian dari komitmen kesetaraan di dunia olahraga. “Besaran bonus ini sama dengan bonus peraih medali SEA Games 2025. Di sinilah kesetaraan yang kita perjuangkan, dan sudah diwujudkan di Jawa Timur,” katanya.
Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp1,8 miliar dan telah ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima. Langkah ini juga menunjukkan transparansi serta kecepatan pemerintah dalam memberikan penghargaan kepada atlet. [wwn]


