29 C
Sidoarjo
Wednesday, April 15, 2026
spot_img

45 Satuan Pendidikan di Sidoarjo Terima Bantuan Rp 45,45 M


Surabaya, Bhirawa
Pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen menegaskan dua program prioritas dalam peningkatan kualitas pendidikan nasional, yakni revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran.

Program ini dijalankan sebagai bagian dari arahan Presiden dalam menyiapkan generasi Indonesia yang unggul. Hal ini disampaikan Mendikdasmen Abdul Muti saat melakukan kunjungan di SMPN 4 Sidoarjo, Selasa (14/4).

Dalam kesempatan itu, Mu’ti menyampaikan, secara nasional revitalisasi telah menyasar 16.167 satuan pendidikan. Sementara untuk Kabupaten Sidoarjo, terdapat 45 satuan pendidikan yang menerima bantuan dengan total anggaran mencapai Rp45,45 miliar. “Bantuan ini mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai SD, SMP hingga SMA, SMK, dan SLB,” ujarnya.

Selain revitalisasi, pemerintah juga memperkuat digitalisasi pendidikan. Secara nasional, lebih dari 608 ribu perangkat Interactive Flat Panel (IFP) telah didistribusikan ke sekolah-sekolah. Khusus di Kabupaten Sidoarjo, sebanyak 1.577 satuan pendidikan telah menerima bantuan perangkat tersebut.

Ia berharap sarana yang telah diberikan dapat dimanfaatkan dan dirawat secara optimal guna menunjang kualitas pembelajaran di sekolah. “Kami berharap seluruh fasilitas ini digunakan dengan baik untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Abdul Mu’ti mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam menyukseskan program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan yang telah terealisasi 100 persen pada 2026.

Pada tahun ini, pemerintah juga menyiapkan tambahan program yang masih dalam tahap verifikasi dan validasi, sebelum masuk proses perjanjian kerja sama dengan daerah. Di sisi lain, peningkatan kualitas guru menjadi fokus utama untuk mengatasi persoalan learning loss dan learning poverty pascapandemi. Salah satunya melalui program pelatihan pembelajaran mendalam yang pada 2026 ditargetkan menjangkau 13.964 guru.

Berita Terkait :  Kades dan Kapolsek Sepakati Cara Damai Kasus Perusakan Ponpes di Situbondo

Tak hanya itu, pemerintah juga menggelar pelatihan Bahasa Inggris bagi 5.777 guru SD sebagai persiapan penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD pada tahun 2027. “Ini bagian dari upaya kita memperkuat kompetensi dasar siswa sejak dini,” jelasnya.

Selain peningkatan kompetensi, penguatan pendidikan karakter juga terus digalakkan melalui program “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” serta kegiatan rutin seperti senam pagi di sekolah.

Dengan berbagai program tersebut, pemerintah berharap kualitas pendidikan di daerah, termasuk Kabupaten Sidoarjo, semakin meningkat dan mampu menjawab tantangan pembelajaran di masa depan. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!