Kediri, Bhirawa
Wakil Wali (Wawali) Kota Kediri, Qowimuddin menghadiri peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) NU di Pondok Pesantren Lirboyo, Selasa (14/4).
Peresmian ini menjadi bagian dari penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Sebanyak 27 SPPG TKA PBNU tahap ke-5 diresmikan dalam kegiatan tersebut, termasuk SPPG Kota Kediri Mojoroto Lirboyo 3.
Selain itu, dilakukan penandatanganan kerja sama layanan perbankan syariah antara PT Bank Syariah Indonesia dan SPPG Lirboyo.
Qowimuddin menyatakan Pemerintah Kota Kediri mendukung pengembangan SPPG karena dinilai strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Ia juga menyoroti meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asupan gizi.
“Ada penjelasan bahwa ketika masyarakat mengeluhkan menu MBG, itu justru menunjukkan mereka sudah memahami standar makanan bergizi. Jika ada yang kurang sesuai, langsung disampaikan. Ini menjadi perhatian bersama agar kualitas layanan terus ditingkatkan,” ujarnya selepas acara, Selasa sore.
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengatakan pihaknya menargetkan pembangunan lebih dari 1.000 SPPG untuk mendukung program prioritas pemerintah. Hingga saat ini, lebih dari 250 SPPG telah beroperasi.
Di lingkungan Lirboyo, dengan jumlah sekitar 52 ribu santri, kebutuhan SPPG diperkirakan mencapai 15 hingga 20 unit. Saat ini baru dua SPPG yang beroperasi.
“Kami mendorong percepatan penambahan SPPG. Selain mendukung program MBG, fasilitas ini diharapkan menjadi simpul ketahanan pangan masyarakat,” jelas Gus Yahya.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Sony Sonjaya menambahkan, program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan peserta didik, tetapi juga berdampak pada perekonomian masyarakat.
Menurutnya, sekitar 1,2 juta orang telah terlibat dalam operasional SPPG, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 62 juta jiwa.
“Kegiatan di Ponpes Lirboyo ini tidak hanya peresmian, tetapi juga business matching dan edukasi literasi keuangan syariah, sehingga dampaknya lebih luas,” tandasnya. [van.nov]


