28.9 C
Sidoarjo
Wednesday, April 1, 2026
spot_img

Temuan Suspek Tinggi, Dinkes Tulungagung Imunisasi Campak Masal Balita Satu Desa

Tulungagung, Bhirawa
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung, Rabu (1/4), melakukan imunisasi campak bagi semua balita di Desa Ringinpitu Kecamatan Kedungwaru. Imunisasi masal darurat ini dilakukan karena jumlah suspek campak di desa tersebut tinggi dibanding desa atau kelurahan lainnya di Kabupaten Tulungagung.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Tulungagung, dr Aris Setiawan, disela pelaksanaan imunisasi campak di Balai Desa Ringinpitu, mengungkapkan sampai bulan Maret 2026, jumlah suspek campak di Tulungagung mencapai 44 suspek. Dan satu balita lainnya dinyatakan positif campak meski kemudian dinyatakan sembuh.

“Dari 44 suspek, yang tertinggi di Desa Ringinpitu. Karena itu kami melakukan ORI (Outbreak Response Immunization) campak di Desa Ringingpitu,” ujarnya.

Menurut dia, dengan melakukan imunisasi masal darurat itu, artinya semua balita di wilayah Desa Ringinpitu harus diimunisasi campak tanpa melihat status imunisasinya. “Jadi baik yang sudah diimunisasi atau belum diimunisasi saat ini diimunisasi,” terangnya.

Dokter Aris Setiawan menyebut jumlah sasaran imunisasi campak di Desa Ringinpitu sebanyak 350 balita. Mereka berusia antara sembilan bulan sampai 59 bulan.

“Sedang berapa jumlah suspek campak di Desa Ringinpitu kami lupa datanya. Tetapi yang pasti di Desa Ringingpitu jumlah suspek campak lebih tinggi dibanding wilayah lainnya,” paparnya.

Sebelumnya, pria berkacamata ini membeberkan sesuai rekomendasi WHO dan Kementerian Kesehatan untuk Kabupaten Tulungagung hanya untuk melakukan kejar vaksin campak. Yaitu, melakukan imunisasi bagi balita yang belum melakukan imunisasi campak atau belum lengkap. Belum bisa disebut Kejadian Luar Biasa (KLB).

Berita Terkait :  Belajar Tanggap Bencana, SMAN 1 Situbondo Ikut SPAB

“Tulungagung belum bisa disebut KLB. Untuk wilayah Jawa Timur, sesuai rekomendasi WHO dan provinsi ada dua kabupaten, yakni Pamekasan dan Jember, untuk melakukan ORI campak tanpa melihat status imunisasinya di dua kabupaten tersebut,” paparnya lagi.

Menjawab pertanyaan, dr Aris Setiawan mengakui jika pada tahun ini suspek campak lebih tinggi dibanding tahun lalu. Meski sama-sama ada satu yang positif campak.

“Tahun lalu suspek campak per bulan Februari sebanyak 20-an sekian,” terangnya.

Selanjutnya dalam menyuseskan imunisasi kejar vaksin campak, ia meminta bagi balita yang belum menjalani imunisasi campak untuk mendapat imunisasi campak dua dosis di Puskesmas-Puskesmas. “Diimbau juga masyaraat untuk tidak terlalu panik atau khawatir karena sebenarnay capak penyakit yang bsa dicegah dengan pemberian imunisasi,” pungkasnya.[wed.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!