30 C
Sidoarjo
Sunday, May 24, 2026
spot_img

Pop Up Market Diskop UKM Jatim Jadi Ruang Kolaborasi dan Etalase Produk Berkualitas


Pemprov, Bhirawa
Pemprov jatim melalui Dinas Koperasi dan UKM mengintensifkan agenda rutin Beranda Pop Up Market pada tahun 2026 sebagai ruang promosi, kolaborasi, sekaligus pengenalan Galeri Batik & Cinderamata Jawa Timur kepada masyarakat luas.

Program inimerupakan salah satu upaya terus memperkuat pemberdayaan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) melalui berbagai program inovatif.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa, mengatakan bahwa Beranda Pop Up Market bukan sekadar bazar produk UKM, namun menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat dalam satu ruang kolaborasi yang kreatif dan produktif.

“Melalui Beranda Pop Up Market ini, kami ingin menghadirkan ruang yang hidup bagi UKM Jawa Timur. Tidak hanya untuk menjual produk, tetapi juga memperkenalkan Galeri Batik & Cinderamata Jawa Timur sebagai etalase produk unggulan daerah yang layak dikenal lebih luas oleh masyarakat,” ujar Endy saat dikonfirmasi, Minggu (24/5).

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen Diskop UKM Jatim dalam membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UKM, sekaligus membangun ekosistem ekonomi kreatif yang melibatkan banyak pihak.

Dalam pelaksanaannya, Beranda Pop Up Market turut menggandeng sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kolaborasi ini dilakukan untuk memperkenalkan berbagai program layanan unggulan kepada masyarakat secara lebih dekat dan interaktif.

Berita Terkait :  Jadi Tempat Sekolah Rakyat, Eks Kantor Pemkab Pasuruan Masih Tahap Renovasi

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga melibatkan berbagai komunitas kreatif, komunitas sosial, hingga komunitas hobi sebagai ruang bertemunya lintas ide dan kolaborasi. Kehadiran komunitas-komunitas tersebut diharapkan mampu menciptakan spektrum kegiatan yang lebih dinamis, inovatif, dan produktif.

Dalam kesempatan yang berbeda, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Haryo Bimo Bramantyo, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai agenda rutin yang saat ini dijadwalkan berlangsung dua minggu sekali.

“Tujuan utamanya adalah mendekatkan produk-produk UKM binaan yang ada di Galeri Dinas Koperasi dan UKM Jatim kepada masyarakat. Kami ingin masyarakat semakin mengenal bahwa produk UKM Jawa Timur memiliki kualitas yang baik, kreatif, dan mampu bersaing,” terang Bimo.

Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 300 pelaku UKM yang produknya masuk dalam Galeri Dinas Koperasi dan UKM Jatim. Dalam setiap pelaksanaan Pop Up Market, para pelaku UKM akan dijadwalkan secara bergilir agar seluruh pelaku usaha memiliki kesempatan yang sama untuk mempromosikan produknya.

Untuk sementara, kegiatan Beranda Pop Up Market masih dilaksanakan di selasar Galeri Dinas Koperasi dan UKM Jatim di Jalan Raya Bandara Juanda, Sidoarjo, dengan peserta UKM yang didominasi dari wilayah Surabaya dan Sidoarjo.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini pun cukup tinggi. Salah satu pengunjung, Rina, warga Surabaya, mengaku senang dengan konsep acara yang dinilai berbeda dan lebih interaktif.

Berita Terkait :  Kota Batu Siapkan Rekayasa Lalin Nataru Hingga Pembukaan Akses Jalan Baru

“Seru sekali karena bukan cuma belanja produk UKM, tapi juga banyak komunitas dan hiburan. Jadi suasananya ramai dan bikin betah. Saya jadi tahu ternyata banyak produk lokal Jawa Timur yang kualitasnya bagus,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu pelaku UKM peserta Pop Up Market, Dewi, pemilik usaha kerajinan handmade asal Sidoarjo. Ia merasa kegiatan ini sangat membantu pelaku usaha kecil dalam memperluas pasar dan meningkatkan penjualan.

“Alhamdulillah sangat terbantu. Selain produk kami lebih dikenal masyarakat, penjualan juga meningkat saat acara berlangsung. Yang paling penting, kami bisa bertemu langsung dengan konsumen dan komunitas lain untuk saling belajar dan berkolaborasi,” ungkapnya.

Ke depan, Diskop UKM Jatim berharap Beranda Pop Up Market dapat digelar di lebih banyak titik strategis di luar lingkungan instansi pemerintah agar dampaknya semakin luas dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat maupun pelaku UKM di berbagai daerah Jawa Timur. [aya.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!