30 C
Sidoarjo
Sunday, May 24, 2026
spot_img

Bupati Madiun Berangkatkan Rombongan IWFP 2026 Menuju Candi Agung Borobudur

Pemkab Madiun, Bhirawa
Sebanyak 57 Bhikkhu peserta Indonesia Walk for Peace (IWFP) 2026 yang melakukan perjalanan kaki dari Bali menuju Candi Borobudur, Magelang, singgah di Kabupaten Madiun, Kamis (21/5) sore. Mereka bermalam di Pendopo sebelum melanjutkan perjalanan menuju Magelang. Rombongan disambut hangat jajaran Pemerintah Kabupaten Madiun dan masyarakat lintas agama di Pendopo Ronggo Djumeno Caruban.

Perjalanan damai itu diawali dari Brahmavihara-Arama, Kabupaten Buleleng, Bali, sejak Sabtu (9/5) lalu. Para bhikkhu berjalan menuju Candi Agung Borobudur dalam rangka memperingati Hari Tri Suci Waisak yang jatuh pada 31 Mei 2026 mendatang.

Bupati Madiun, H Hari Wuryanto SH MAk didampingi Wakil Bupati, dr Purnomo Hadi MH, Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto SSos MSi, Forkopimda, kepala OPD terkait, serta FKUB Kabupaten Madiun memberangkatkan kembali rombongan IWFP 2026 dari Pendopo Ronggo Djumeno Caruban, Jumat (22/5).

Bupati mengatakan, perjalanan spiritual para bhikkhu tersebut membawa pesan penting tentang arti pengorbanan demi mewujudkan perdamaian. ”Para Bhikkhu ini memberikan teladan bahwa kedamaian harus diusahakan dan diperjuangkan. Tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perlu pengorbanan,” ujarnya.

Menurut bupati, kedamaian menjadi fondasi utama dalam membangun kesejahteraan dan kemajuan daerah. Tanpa situasi yang damai, pembangunan dan perkembangan tidak akan berjalan optimal. ”Tidak ada kemajuan tanpa kedamaian. Karena itu, meskipun kita berbeda agama dan latar belakang, kita harus tetap bersatu untuk mewujudkan kabupaten yang adil dan sejahtera,” katanya.

Berita Terkait :  Iklim Investasi di Kabupaten Pasuruan Meningkat, DPMPTSP Keluarkan Belasan Ribu Izin Berusaha

Bupati juga mengungkapkan pesan yang disampaikan para Bhikkhu selama singgah di Kabupaten Madiun, yakni pentingnya hidup rukun dan menjaga persatuan. ”Mereka berpesan agar kita semua hidup damai. Karena dengan kedamaian, apa yang menjadi tujuan bersama akan lebih mudah terwujud,” tambahnya.

Sementara itu, Bhikkhu peserta Indonesia Walk for Peace (IWFP) 2026, Bhante Tejapuñño Mah?thera menjelaskan, perjalanannya tidak sekadar perjalanan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan spiritual dan ajakan untuk menciptakan perdamaian.

””Kami berjalan dari Singaraja menuju Candi Agung Borobudur untuk memperingati Hari Tri Suci Waisak. Selain itu, kami juga mengajak semua pihak bersama-sama menciptakan kedamaian dimulai dari diri sendiri,” tuturnya.

Bhante Tejapuñño juga menyampaikan pesan Buddha tentang pentingnya cinta kasih dan kebajikan dalam kehidupan. ”Kalahkan kebencian dengan cinta kasih, kalahkan kejahatan dengan kebajikan. Musuh utama sesungguhnya ada di dalam diri masing-masing,” imbuhnya.

Untuk diketahui, selama 20 hari para bhikkhu berusia 23 hingga 67 tahun tersebut melintasi empat provinsi, yakni Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Yogyakarta sebelum tiba di Borobudur. Dari total 57 anggota sangha yang mengikuti perjalanan, sebanyak 50 bhikkhu berasal dari luar negeri dan tujuh lainnya dari Indonesia. [dar.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!