32 C
Sidoarjo
Monday, May 25, 2026
spot_img

Empat Strategi Disperindag Jatim Dorong IKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Ekspor

Surabaya, Bhirawa

Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berkomitmen meningkatkan ekspor. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur menjalankan setidaknya empat langkah untuk mewujudkannya.

Pertama, Disperindag Jatim mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) dengan menyelenggarakan sejumlah pelatihan bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM).

“Targetnya adalah para pelaku IKM ini bisa mandiri dan dapat melakukan kegiatan ekspor dengan usahanya sendiri dan benderanya sendiri, itu yang pertama,” ujar Kepala Disperindag Provinsi Jawa Timur Dr. Iwan, S.Hut., M.M., yang diwakilkan oleh Lucky, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Disperindag Jatim, Senin (25/5/2026) pagi.

Kedua, pihaknya memberikan bantuan peralatan. Peralatan menjadi hal penting bagi pelaku IKM karena perkembangan usaha mereka bergantung pada sarana yang mampu menciptakan produk berkualitas ekspor.

“Kita bekerjasama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank yang merupakam lembaga keuangan khusus milik Pemerintah Indonesia, untuk melakukan bantuan peralatan bagi para pelaku IKM,” cetus Lucky.

Ketiga, Disperindag aktif mencarikan pasar baru bagi pelaku IKM di Jatim. Untuk itu Disperindag berkoordinasi dengan LPEI dan Kementerian Perdagangan RI guna membuka akses pasar baru. Perlu diketahui, Atase Perdagangan (Atdag) adalah perwakilan diplomatik Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang bertugas di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di luar negeri. Fungsi utamanya meliputi negosiasi kebijakan perdagangan internasional, mempromosikan ekspor, serta membantu pelaku usaha lokal menembus pasar global.

Berita Terkait :  Minta Pemerintah Lakukan Antisipasi

“Kementrian Perdagangan itu punya Atdag yang dapat kita maksimalkan untuk dapat membuka pasar baru diluar negeri sana,” urai Lucky.

Keempat, Disperindag memberikan bantuan pembiayaan dan modal bagi pelaku IKM. Contohnya adalah dukungan untuk kegiatan produksi, operasional, dan pembibitan yang dapat diberikan melalui skema pembiayaan.

“Untuk yang poin keempat ini, kami senantiyasa berkoordinasi dengan LPEI. Terkait mekanismenya atau skema detailnya ada di LPEI,” pungkasnya, lantas tersenyum. [aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!