29 C
Sidoarjo
Tuesday, March 31, 2026
spot_img

Urgensi Hemat Energi di Tengah Ketegangan Global

Ketegangan geopolitik yang kembali memuncak di Timur Tengah, khususnya antara Iran dan Amerika Serikat, bukan sekadar berita mancanegara yang jauh dari pelupuk mata. Bagi kita di Indonesia, genderang konflik di Selat Hormuz adalah alarm nyaring bagi ketahanan energi nasional. Sebagai jalur vital yang dilalui sepertiga perdagangan minyak mentah dunia, gangguan sekecil apa pun di wilayah tersebut akan langsung memicu efek domino pada lonjakan harga minyak mentah dunia (Crude Oil).

Meskipun pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga BBM dan listrik, kita harus realistis bahwa ruang fiskal melalui subsidi memiliki batas. Ketergantungan kita pada impor energi membuat ekonomi domestik sangat rentan terhadap guncangan eksternal. Oleh karena itu, sebelum krisis benar-benar mengetuk pintu rumah kita, sudah saatnya masyarakat mengambil peran aktif melalui gerakan efisiensi dan penghematan energi secara masif.

Penghematan energi sering kali dianggap remeh atau sekadar jargon lingkungan. Padahal, dalam konteks krisis, hemat energi adalah instrumen pertahanan ekonomi yang paling efektif. Kita tidak bisa mengontrol harga minyak dunia, tetapi kita punya kendali penuh atas saklar lampu dan pedal gas kendaraan kita sendiri.

Langkah efisiensi harus dimulai dari tingkat rumah tangga sebagai unit terkecil. Hal sederhana seperti mematikan perangkat elektronik dalam mode standby, beralih ke lampu LED yang lebih hemat daya, serta mengatur penggunaan pendingin ruangan (AC) secara bijak, jika dilakukan secara kolektif, akan mengurangi beban puncak listrik nasional secara signifikan.

Berita Terkait :  Tim Pemadam PT Petrokimia Gresik Jinakan Api Hitungan Menit

Di sektor transportasi, moderasi penggunaan kendaraan pribadi menjadi kunci. Budaya menggunakan transportasi umum, bersepeda, atau berbagi kendaraan (carpooling) harus dihidupkan kembali bukan lagi sebagai tren gaya hidup, melainkan sebagai bentuk patriotisme ekonomi. Setiap liter bensin yang kita hemat hari ini adalah cadangan energi yang berharga untuk hari esok yang tidak pasti.

Selain masyarakat, sektor industri dan perkantoran pun harus mulai melakukan audit energi secara mandiri. Investasi pada teknologi hemat energi mungkin terasa mahal di awal, namun itu adalah asuransi terbaik menghadapi volatilitas harga energi di masa depan. Pemerintah juga perlu mempercepat diversifikasi energi baru terbarukan (EBT) agar kita tidak terus-menerus disandera oleh konflik minyak di belahan dunia lain.

Krisis energi akibat perang mungkin tidak terelakkan, namun dampak buruknya bisa kita mitigasi. Efisiensi energi bukan tentang hidup dalam kekurangan, melainkan tentang hidup lebih cerdas dan bertanggung jawab. Mari kita jadikan momentum ketegangan Iran-AS ini sebagai titik balik untuk lebih menghargai setiap tetes energi yang kita konsumsi. Jangan menunggu gelap untuk mulai menghemat cahaya.

Andika Pratama
Warga Peduli Ketahanan Energi

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!