27 C
Sidoarjo
Thursday, March 12, 2026
spot_img

Belanja Lebaran Bersama Difabel, Cara Gubernur Ajarkan Rasa Syukur di Bulan Ramadan

Gerakkan Ramadan Pendidikan Berdampak, Momen Menguatkan Persaudaraan

Suasana hangat dan penuh keceriaan terlihat di sebuah pusat perbelanjaan di Madiun. Puluhan siswa difabel tampak antusias memilih pakaian, sepatu, hingga sandal untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. Di tengah kebahagiaan mereka, hadir Khofifah Indar Parawansa yang turut mendampingi dan berbincang langsung dengan para siswa. Momen ini menjadi momen bagi Khofifah untuk menyebarkan rasa syukur.

Oleh:
Diana Rahmatus S, Kota Madiun

Berbeda dari kegiatan berbagi pada tahun-tahun yang menyasar anak yatim atau lansia, kali ini Gubernur Jawa Timur memilih berbagi kebahagiaan Ramadan bersama siswa difabel dari sejumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) di Madiun.

“Setiap tahun kita memang melakukan belanja bersama anak-anak yatim. Pernah juga bersama lansia. Tetapi hari ini kita belanja bersama murid difabel,” ujar Khofifah.

Sebanyak 95 siswa ini bebas memilih sendiri kebutuhan yang diinginkan untuk persiapan Lebaran. Kebebasan memilih itu menjadi pengalaman berharga bagi para siswa, yang terlihat begitu bahagia saat menyusuri rak-rak pakaian.

Khofifah pun beberapa kali terlihat membantu siswa memilih pakaian dan mencarikan ukuran yang sesuai. Ia juga menyaksikan langsung proses pembayaran yang dilakukan para siswa, yang tampak penuh kegembiraan karena dapat memilih sendiri barang yang mereka inginkan.

Beberapa anak bahkan tidak hanya membeli pakaian, tetapi juga menambah belanjaan dengan sepatu atau sandal baru untuk dikenakan saat Lebaran.

Bagi Khofifah, kegiatan sederhana tersebut menjadi momen untuk menumbuhkan rasa syukur sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat, terutama di bulan suci Ramadan.

“Hari ini kita ingin bersapa dengan saudara-saudara kita yang difabel supaya kita semua bisa menikmati rasa syukur. Kita yang diberi anugerah panca indera yang berfungsi dengan baik harus mensyukuri nikmat itu,” tuturnya.

Berita Terkait :  Layanan MOW Gratis, sebagai Bentuk Kepedulian Kesehatan Reproduksi Perempuan

Ia menilai, meskipun memiliki keterbatasan pada pendengaran, fisik, atau kemampuan bicara, para siswa tetap menunjukkan semangat besar untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Selain mendampingi belanja, Khofifah juga memberikan tambahan uang saku sebesar Rp200 ribu kepada setiap siswa. Para siswa juga dibekali makanan untuk berbuka puasa serta snack untuk dibawa pulang.

Tidak hanya siswa, para guru pendamping juga mendapat perhatian. Khofifah memberikan paket sembako dan bantuan uang tunai sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka selama ini dalam mendampingi, merawat, dan mendidik anak-anak berkebutuhan khusus.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para guru dan orang tua yang terus memberikan pendampingan penuh kesabaran kepada anak-anak difabel.

Ia mengaku sangat terkesan melihat kesabaran para guru dalam membimbing siswa dengan berbagai keterbatasan.

“Guru-guru ini luar biasa. Mereka mendidik, membimbing, dan mendampingi dengan penuh kesabaran meskipun dengan berbagai keterbatasan yang ada,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan berbagi kebahagiaan ini diharapkan dapat menjadi referensi kepedulian sosial yang bisa ditiru oleh berbagai pihak di masyarakat.

“Bersama-sama kita berbagi kebahagiaan dan bersapa di bulan Ramadan. Mudah-mudahan ini menjadi penguat persaudaraan kita,” pungkasnya.

Belanja bersama Gubernur Khofifah ini, dikatakan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Aries Agung Paewai mengatakan merupakan bagian dari gerakan “Ramadan Pendidikan Berdampak” yang digagas oleh Dinas Pendidikan Jawa Timur.

Sebelumnya, Kadindik Aries juga mengajak 30 siswa SLB bersama 10 guru dan tenaga kependidikan diajak langsung berbelanja baju lebaran di salah satu mal di Kota Madiun, Selasa (10/3).

Tak hanya itu, mereka juga menerima santunan serta diajak berbagi kebahagiaan Ramadan dengan menikmati hidangan takjil bersama.

Berita Terkait :  PKKMB Komunikasi Untag Surabaya Siapkan Mahasiswa Hadapi Kehidupan Kampus

Bagi Kadindik kelahiran Makassar ini, kegiatan tersebut bukan sekadar berbagi bantuan, tetapi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang memiliki dampak sosial nyata bagi peserta didik.

“Pendidikan tidak hanya berbicara tentang akademik. Pendidikan harus mampu membangun kepedulian sosial, empati, dan nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Bagi para siswa SLB yang diajak berbelanja baju lebaran, pengalaman itu bukan hanya tentang pakaian baru. Lebih dari itu, mereka merasakan bahwa sekolah dan pemerintah hadir untuk mereka.

Di balik tawa kecil dan wajah ceria mereka, tersimpan pesan sederhana bahwa pendidikan yang baik bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menghadirkan rasa peduli.

Ramadan yang Mengajarkan Kepedulian
Program Ramadan Pendidikan Berdampak 1447 Hijriah menjadi salah satu gerakan yang didorong oleh Dinas Pendidikan Jawa Timur agar sekolah memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum memperkuat nilai spiritual, karakter, dan kepedulian sosial siswa.

Dijabarkan Aries, dalam Ramadan Pendidikan Berdampak verbagai kegiatan digelar di sekolah-sekolah, mulai dari pondok Ramadan, pesantren kilat tematik, penguatan karakter dan keimanan, hingga kegiatan pembelajaran yang mengintegrasikan nilai spiritual dalam proses belajar.

“Sekolah juga kami dorong untuk melakukan kegiatan sosial seperti bazar sembako murah untuk masyarakat, santunan bagi siswa yang membutuhkan, bazar makanan hasil program double track, hingga kegiatan berbagi takjil,” katanya.

Ada pula kegiatan kreatif yang mendorong pembelajaran inovatif, seperti lomba ceramah agama, proyek pembelajaran tematik Ramadan, hingga gerakan Ramadan tanpa sampah plastik.

“Semua kegiatan itu dirancang agar pendidikan tidak hanya berhenti pada ruang kelas, tetapi mampu memberi dampak bagi lingkungan sosial di sekitarnya,” tandasnya.

Perhatian pemerintah untuk siswa penyandang berkebutuhan khusus
tidak hanya berhenti pada aksi sosial saja. Sejak tahun 2020 Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menginisiasi program Vokasi Istimewa untuk peningkatan kompetensi siswa ABK.

Berita Terkait :  Hari Ini, Sekolah Rakyat di Kabupaten Pasuruan Siap Digunakan

Program ini membekali siswa yang memiliki bakat dan minat di berbagai bidang untuk terus ditingkatkan. Misalnya saja bidang tata boga, tata kecantikan, otomotif, hingga kreasi hantaran/barang bekas.

“Program ini sangat dibutuhkan bagi anak-anak kita yang berkebutuhan khusus. Karena di tengah keterbatasan, mereka harus mandiri dengan bekal yang mereka bawah. Yaitu kompetensi dari pengembangan bakat dan minat yang telah dilatih dilingkungan sekolah,”ujar Aries.

Kadindik lulusan IPDN ini juga menyebut, memperoleh pendidikan berkualitas adalah hak bagi semua anak. Tanpa terkecuali bagi siswa ABK. Karenanya melalui program Vokasi Istimewa, pihaknya berharap para siswa SLB di Jawa Timur mampu mandiri dan beridikari dengan kompetensi yang mereka miliki.

Sementara itu, Kepala Cabang Dindik Jatim wilayah Madiun dan Ngawi, Lena menyebut semangat Ramadan Pendidiman Berdampak sangat terasa di wilayah Kota Madiun, Kabupaten Madiun dan Ngawi.

Dikatakannya, sekolah-sekolah tidak hanya menggelar kegiatan religius, tetapi juga mengajak siswa merasakan makna berbagi dan kebersamaan.

“Salah satunya melalui kegiatan khataman Al-Qur’an bersama ratusan siswa, yang menjadi bagian dari upaya memperkuat keimanan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial,” ucapnya.

Selama Ramadan, lanjut dia, proses pembelajaran juga disesuaikan dengan penekanan pada nilai iman, ketakwaan, sikap sosial, serta karakter siswa.

Dengan pendekatan tersebut, sekolah berharap Ramadan menjadi ruang pembelajaran yang bermakna.

Nilai-nilai seperti empati, kebersamaan, dan kepedulian sosial menjadi bagian penting dalam pendidikan selama bulan suci.

Di bulan Ramadan ini, pendidikan di Jawa Timur mencoba membuktikan bahwa pembelajaran yang paling bermakna sering kali lahir dari tindakan kecil yang menyentuh hati. [ina.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!