30 C
Sidoarjo
Sunday, March 1, 2026
spot_img

Dinkes Kota Batu Awasi Keamanan Takjil Lindungi Kesehatan Warga

Kota Batu,Bhirawa
Pelaksanaan ibadah puasa selama Bulan Ramadan di Kota Batu diikuti dengan hadirnya bazar yang menjajakan aneka jajanan takjil. Bazar Ramadan yang muncul insidental memulai aktivitasnya pada 1 Ramadan lalu (19/2) sehingga takjil yang dijual banyak yang belum diperiksa terkait laik konsumsi. Dan untuk melindungi keamanan warga atas makanan yang dikonsumsi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu melakukan pemeriksaan kandungan bahan kimia makanan takjil yang dijual di bazar- bazar tersebut.

Pemeriksaan keamanan makanan takjil dilakukan Dinkes dengan mengambil sampel takjil di beberapa titik Bazar Ramadan sebagai pasar takjil. Kemudian petugas melakukan pemeriksaan terhadap sampel tersebut dengan tujuan untuk memastikan takjil yang beredar di masyarakat aman, higienis, dan laik dikonsumsi.

“Langkah pemeriksaan makanan takjil ini menjadi upaya preventif Pemerintah Kota Batu untuk menekan risiko keracunan pangan selama Bulan Ramadan,” ujar Esty Setya Windari, Tenaga Sanitasi Lingkungan Ahli Muda Dinkes Kota Batu, Minggu (1/3).

Ada beberapa titik pasar takjil yang menjadi sasaran pemeriksaan Dinkes Kota Batu. Merekapun menerjunkan petugas untuk mengambil sampel aneka menu takjil yang dijual pedagang. Dan area pengawasan dibagi berdasarkan wilayah kerja lima Puskesmas yang ada di Kota Batu.

Untuk Tim Puskesmas Batu, wilayah kerja pengawasan difokuskan di Desa Pesanggrahan, tepatnya di Jl Samadi dan kawasan depan Hotel Mutiara Baru. Kemudian Tim Puskesmas Beji menyasar area sekitar Desa Pendem yang setiap tahun menjadi salah satu pusat keramaian pasar takjil. Sementara Tim Puskesmas Bumiaji memantau kawasan depan Hotel Purnama.

Berita Terkait :  Gelar Workshop Peringatan Hari Gizi & Bulan K3 Nasional 2025

Adapun wilayah kerja Tim Puskesmas Junrejo memiliki titik pantauan paling banyak. Tim ini bertugas memantau pasar takjil mulai dari Balai Desa Junrejo, halaman depan Indomaret Junrejo, halaman SDN Junrejo 1 hingga Pasar Takjil Desa Tlekung.

Sementara Tim Puskesmas Dadaprejo menyisir kawasan simpang empat kantor kelurahan setempat. Sedangkan Puskesmas Sisir memfokuskan pengawasan di pusat takjil di kawasan Stadion Gelora Brantas, Jl Kali Putih, dan Jl Diran. “Setiap tahun kami selalu melakukan pemeriksaan untuk menjamin keamanan makanan takjil yang dijual di tempat ini” tambah Esty.

Adapun pengambilan sampel sudah dimulai sejak 25 Februari. Kemudian semua sampel berbagai jenis makanan dan minuman takjil tersebut dilakukan lengujian secara klinis. Pemeriksaan tidak hanya secara visual, tetapi juga menggunakan alat uji cepat (rapid test kit) guna mendeteksi kandungan kimia berbahaya.

Ada empat parameter kimia yang menjadi fokus pengawasan, yakni metanil yellow, boraks, formalin, dan rhodamin B. “Zat-zat tersebut kerap disalahgunakan untuk mempercantik tampilan makanan atau memperpanjang masa simpan secara ilegal,” jelas Esty.

Selain itu, petugas juga melakukan pemeriksaan bakteriologis untuk mendeteksi keberadaan bakteri Escherichia coli (Ecoli). Keberadaan bakteri ini biasanya menjadi indikator kebersihan air dan higienitas dalam proses pengolahan makanan.

Jika ditemukan indikasi bahan berbahaya, kata Esty, petugas tidak langsung melakukan penyitaan, melainkan melakukan uji ulang terlebih dahulu. Apabila hasilnya masih menunjukkan ketidaksesuaian, pemeriksaan akan dilanjutkan ke tahap uji penegakan di laboratorium.

Berita Terkait :  Polisi Ajak Bermain dan Belajar Anak-Anak TK Bhayangkari 64

Pendekatan ini dilakukan agar penindakan lebih akurat sekaligus tetap mengedepankan pembinaan kepada pedagang. Dan pengawasan rutin ini juga menjadi sarana edukasi bagi pelaku usaha agar lebih selektif memilih bahan baku serta menjaga kebersihan proses produksi.(nas.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!