Kepadatan kendaraan mulai terlihat di kawasan Alun-Alun Kota Batu dan titik lain pada awal libur panjang, Jumat (16/1). (Anas/Bhirawa)
Kota Batu,Bhirawa
Hari libur Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW kali ini menjadi awal long weekend atau libur panjang pekan ini. Jumat (16/1), jumlah kendaraan bermotor (ranmor) dari luar kota mulai membludak masuk ke Kota Batu. Satlantas Polres Kota Batu mengimbau para calon wisatawan untuk mengantisipasi titik- titik padat kendaraan agar tidak terjebak macet sekaligus mencegah kemacetan di Kota Wisata.
Kasat Lantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim mengatakan bahwa sejak Jumat (16/1) ini volume kendaraan yang masuk ke Kota Wisata Batu mengalami kenaikan signifikan. Lonjakan kendaraan ini diketahui dari pemantauan intensif melalui kamera CCTV serta laporan langsung anggota Satlantas yang disebar ke titik- titik rawan kemacetan.
“Hari ini situasi arus lalu- lintas di Kota Batu mengalami peningkatan jumlah kendaraan sekitar 20–30 persen dibandingkan hari normal. Kenaikan itu didominasi kendaraan pribadi dari luar daerah yang hendak berwisata,” ujar Kevin saat ditemui di Pos Polisi Alun- Alun Kota Batu, Jumat (16/1).

Ia menjelaskan bahwa kenaikan arus kendaraan di hari pertama libur panjang pekan ini terjadi di jalur masuk Kota Batu dari exit Tol Singosari. Dan untuk mengantisipasi kepadatan tersebut, Satlantas Polres Batu telah menyiagakan personel di sejumlah titik rawan kemacetan atau trouble spot.
“Penempatan petugas ini kita fokuskan pada simpul-simpul lalu- lintas yang berdekatan dengan kawasan wisata, pusat kuliner, hingga sentra oleh-oleh. Karena di titik- titik ini kerab terjadi penumpukan kendaraan sehingga berpotensi menyebabkan kemacetan,” jelas Kevin.
Untuk itu, ia mengajak para pengguna jalan terutama para calon wisatawan untuk mencermati dan mengantisipasi kondisi beberapa titik rawan macet. Yaitu, di arema simpang empat Arhanud, simpang tiga Pendem, kawasan wisata Santera Pujon, serta area Alun-alun Kota Batu serta Jl Diponegoro yang rawan padat kendaraan pada sore hingga malam hari.
Adapun untuk mengurai kepadatan kendaraan, Polisi telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas bersifat situasional. Seperti di simpang empat Arhanud, diterapkan sistem lampu flashing serta pemasangan water barrier di median jalan guna menghindari crossing kendaraan.
Sementara di simpang tiga Pendem, Polres Kota Batu memberikan prioritas bagi kendaraan yang mengarah masuk ke Kota Batu pada siang hari. Sebaliknya, pada sore hingga malam, prioritas arus diberikan bagi kendaraan yang keluar dari Kota Batu.

Selain rekayasa lalin, Polisi juga mengaktifkan jalur alternatif untuk membantu mengurai kepadatan. Di antaranya di kawasan Jl Wukir untuk kendaraan dari arah Surabaya, dan di Junrejo untuk mengurai kendaraan dari Kapupaten/ Kota Malan
Tak hanya itu, skema contraflow hingga one way system juga telah disiapkan. Skema tersebut akan diberlakukan apabila kecepatan kendaraan dari simpang tiga Pendem hingga Jalan Dewi Sartika turun di bawah 5 kilometer per jam.
“Kalau kecepatan sudah di bawah 5 kilometer per jam, artinya dari simpang tiga Pendem sampai Jl Dewi Sartika bisa ditempuh hingga satu jam. Dan jika belum belum efektif, akan dilanjutkan dengan one way system sesuai arahan pimpinan,” tambah Kevin. Iapun memprediksi bahwa puncak kepadatan arus kendaraan terjadi pada hari ini dan Sabtu besok (16-17 Jan).(nas.hel)


