29 C
Sidoarjo
Wednesday, March 4, 2026
spot_img

Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Air Bekas Cucian Beras Kepada Ibu PKK Desa Tanjung Kenongo

Surabaya, Bhirawa

 Pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna masih perlu terus didorong di tengah masyarakat. Salah satu contoh limbah yang sering terabaikan adalah air cucian beras, yang umumnya langsung dibuang, padahal memiliki potensi sebagai bahan dasar pupuk organik cair.

 Berangkat dari kondisi tersebut, Subkelompok 5 melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk organik cair dari bekas air cucian beras bersama ibu-ibu PKK Desa Tanjung Kenongo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

 Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan pendampingan dosen pembimbing, Pravinska Aldino S.I.Kom., M.I.Kom., sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Keterlibatan dosen berperan penting dalam memberikan penguatan materi, validasi ilmiah, serta pendampingan selama kegiatan berlangsung agar materi yang disampaikan dapat dipahami dan diterapkan dengan baik oleh masyarakat.

 Sosialisasi diawali dengan pemaparan mengenai potensi air cucian beras yang mengandung nutrisi alami seperti karbohidrat dan mineral yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Secara ilmiah, air beras mengandung karbohidrat, vitamin, dan mineral yang berpotensi menjadi sumber nutrisi bagi mikroorganisme. Molase berfungsi sebagai sumber energi utama yang mempercepat pertumbuhan mikroba, sedangkan EM4 mengandung mikroorganisme efektif seperti bakteri asam laktat dan fotosintetik. Kombinasi ketiga bahan ini menciptakan proses fermentasi yang optimal dalam menghasilkan pupuk organik cair yang kaya unsur hara dan mikroba menguntungkan bagi tanah.

Berita Terkait :  Perubahan APBD 2025 Kabupaten Bondowoso Tekankan Efisiensi Anggaran dan Peningkatan Layanan Publik

 Selanjutnya, peserta diberikan pelatihan pembuatan pupuk organik cair dengan metode yang sederhana, menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar rumah. Metode ini dipilih agar ibu-ibu PKK dapat mempraktikkannya secara mandiri dan menghemat biaya tambahan.

 Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif ibu-ibu PKK dalam sesi diskusi dan praktik langsung. Banyak peserta menyampaikan bahwa selama ini air cucian beras hanya dianggap sebagai limbah, sehingga pelatihan ini membuka wawasan baru mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga secara lebih produktif dan ramah lingkungan.

 Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan oleh Subkelompok 5 ini tidak hanya bertujuan memberikan keterampilan teknis, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga. Pemanfaatan pupuk organik cair diharapkan dapat mendukung kegiatan pertanian skala rumah tangga, seperti tanaman sayur dan tanaman hias, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

 Melalui kegiatan ini, diharapkan ibu-ibu PKK Desa Tanjung Kenongo dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya dengan menerapkan dan menyebarluaskan praktik pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Sinergi antara akademisi dan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat membuktikan bahwa solusi atas permasalahan lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana di tingkat rumah tangga. *

Tim Penulis:

Adi Yahya Bagus Pratama

Rayhan Maulana

Dina Febrianti

Oktavia Firnanda

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!