27.8 C
Sidoarjo
Tuesday, June 2, 2026
spot_img

Mabrur-nyadi Tanah Air

Kafilah jamaah haji Indonesia sudah mulai berdatangan kembali ke tanah air, setelah melaksanakan seluruh rukun dan kewajiban haji di tanah suci. Seluruhnya berharap mabrur (sukses seremonial), dan memperoleh imbalan kebaikan, dan pengmpunan seluruh dosa. Tetapi mabrur, bukan sekadar monopoli jamaah haji. Melainkan seluruh manusia, termasuk yang tidak berhaji, bisa memperoleh predikat mabrur.Bahkan yang sudah haji bisa bermakna sia-sia, karena perilaku dan mentalnya semakin jeblok.

Seperti Rasulullah SAW, ketika ditanya tentang haji mabrur, dijawab, “Memberi pangan, dan menyebar-luaskan perdamaian.” Frasa kata pertama, memberi pangan. Sebagian besar kalangan ulama, menyatakan sedekah memberi makan (keluarga miskin) menjadi ibadah utama.Bahkan menjamin keluarga miskin dengan pangan yang cukup selama beberapa hari, lebih utama dibanding haji kedua. Artinya, ongkos haji akan lebih bernilai ibadah jika diberikan kepada keliuarga miskin.

Ibadah haji akan sia-sia jika membiarkan tetangga tetap dalam kesusahan makan. Seorang ulama besar yang hidup pada zaman awal dakwah Islam (dekade tahun 770-anMasehi),Ibnul Mubarak. Dalam mimpi bertanya kapada Rasullah SAW, siapa jamaah haji yang bergelar mabrur? Dijawab Rasullah,Ali Al-Muawwafaq, seorang tukang sol sepatu. Seketika seluruh ulama mencari jamaah haji yang berprofesi tukang sol sepatu. Ketemu, tetapi Ali Al-Muawaffaq, mengaku belum berhaji. Gagal berhaji, walau sudah menabung lebih sepuluh tahun.

Harta bekal haji, tak dinyana, sudah habis. Diberikan kepada seorang janda dengan beberapa anak yatim. Demi menjamin kelangsungan pangan keluarga miskin, Ali Al-Muwaffaq, memilih menyerahkan seluruh bekal hajinya. Lalu kembali pulang ke Damaskus. Seluruh ulama tersadar, kisah Ali Al-Muwaffaq, sama persis dengan hadits Nabi SAW. Cerita (mimpi) yang disampaikan Ibnul Mubarak, sangat terkenal. Seolah-olah bagai nyata, menjadi legenda. Di Indonesia, cerita disadur dalam kisah utama Sunan Kalijaga, yang aka menunaikan haji.

Berita Terkait :  IAI Al Khairat Pamekasan Kukuhkan Ulfatur Riski sebagai Wisudawan Terbaik

Perjalanan sudah berlangsung beberapa, tiba di perairan Malaysia. Namun disusul Syeh Maulana Maghribi, disarankan kembali pulang ke Tuban. Karena dikhawatirkan umat Islam di Jawa akan berubah akidah, akibat ditinggal haji cukup lama. Sunan Kalijaga memilih menunda berangkat haji, kembali ke Tuban. Kelak manakala akidah muslim Jawa sudah kuat, akan dilaksanakan ibadah haji. Dulu, pada tahun 628 Masehi, niat haji Rasulullah SAW bersama umat Islam, juga tertunda setahun.

Atas permintaan otoritas Makkah (saat itu belum beragama Islam) bisa mempersiapkan sarana dan prasarana haji. Dalam suluk Wujil Syeh Maulana Maghribi mengajarkanmelaluisyair, kepadaSunanKalijaga.Ajarantentang haji ituadalah (terjemahdalambahasa Indonesia), “… tidak ada yang bisa mencapai tujuan mabrur, kalaupun ada bekal sampai haji mabrur, pastilah bukan rupiah atau dinar, melainkan keberanian dan kesanggupan untuk mati serta sabar dan ikhlas selama hidup di dunia.”

Seluruh umat Islam bercita-cita pelaksanaan haji bisa meraih predikat mabrur (cumlaude). Bukan sekadar menyelesaikan seluruh rukun ritual, dan persyaratan kewajiban haji, saat berada di Makkah. Melainkan dibuktikan saat pulang ke negeri asal.Perilaku di tanah air, setelah melaksanakan haji, wajib dijamin lebih baik. Terutama ke-peduli-an terhadap tetangga miskin.

Hadits shahih yang di-riwayat-kan oleh Imam Ahmad, tentang kriteria haji mabrur, “Memberi pangan, dan menyebar-luaskan perdamaian.” Merupakan perilaku pasca-haji di tanah air. Sedangkan dalam hadits di-riwayat-kan Imam Baihaqi, dan Imam Al-Hakim, kata “menyebar-luaskan perdamaian,” se-arti dengan “santun dalam berkata.”

Berita Terkait :  Arif Fathoni Ajak Mahasiswa BerGolkar Itu Asyik

Jika seluruh umat Islam Indonesia yang telah berhaji meraih tanda-tanda mabrur, niscaya seluruh rakyat Indonesia akan makmur dan damai.

——— 000 ———

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!