32 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

KRM Surabaya, Pusat Konservasi dan Edukasi Melonjak 86 Ribu Pengunjung


Surabaya, Bhirawa
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DPKP) Kota Surabaya mencatat total pengunjung di KRM Gunung Anyar dan Wonorejo mencapai 86.021 orang di tahun 2025.

Kebun Raya Mangrove Surabaya ialah kawasan konservasi ekosistem mangrove yang dikembangkan sebagai pusat pelestarian keanekaragaman hayati, pendidikan lingkungan, riset ilmiah, dan ekowisata, mencakup wilayah Gunung Anyar, Medokan Sawah, dan Wonorejo dengan total luas sekitar 34 hektar, Selasa (23/12).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DPKP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, mengatakan menurut data UPT Kebun Raya Mangrove, KRM Gunung Anyar jadi kawasan dengan kunjungan tertinggi dengan Jumlah pengunjung di lokasi tersebut mencapai 72.804 orang, puncak kunjungan terjadi pada April sebanyak 8.979 orang, Mei 8.478 orang, dan Juni 8.160 orang dan KRM Wonorejo mencatat total 13.217 pengunjung, dengan rata-rata sekitar 1.000 orang per bulan.

“Peningkatan kunjungan sejalan dengan pengembangan fasilitas yang dilakukan secara bertahap, dengan tetap mengedepankan prinsip keselamatan dan kelestarian lingkungan, KRM Surabaya sebagai kawasan konservasi yang juga menyediakan fasilitas pendukung edukasi dan rekreasi alam secara terbatas, ramah lingkungan, dan terkelola,” tuturnya.

Antiek menyampaikan bahwa kawasan KRM Gunung Anyar, fasilitas yang dapat dimanfaatkan pengunjung antara lain golf car, sepeda listrik, sepeda angin, wahana ATV hingga perahu wisata, ada pula fasilitas berupa bebek air, jogging track, kolam ikan terapi, playground, aviary, menara pantau, serta sejumlah spot foto tematik, Sementara KRM Wonorejo, fasilitas disesuaikan dengan daya dukung kawasan, seperti jogging track sisi barat dan timur, playground, kolam ikan terapi, dan spot foto edukatif.

Berita Terkait :  Puluhan Personel Satreskrim Polrestabes Surabaya Dites Urine Narkoba

“Selain fasilitas dan kunjungan, pengelolaan Kebun Raya Mangrove melibatkan warga sekitar, seperti Medokan Ayu, Gunung Anyar Tambak, Rungkut, hingga Wonorejo, terdapat 20 pelaku UMKM makanan dan minuman (Mamin) yang meliputi 15 UMKM Gunung Anyar dan 5 UMKM Medokan Ayu,” tutur Antiek.

Antiek menambahkan UPT Kebun Raya Mangrove melanjutkan pengembangan kawasan secara bertahap dengan prioritas di Gunung Anyar dan Medokan Ayu, tanpa menghentikan penguatan fungsi di Wonorejo.

“Memastikan pengaktifan kembali UMKM di KRM Wonorejo akan dilakukan secara bertahap seiring peningkatan kunjungan dan kesiapan layanan, langkah tersebut bagian dari komitmen UPT Kebun Raya Mangrove memastikan seluruh kawasan kebun raya berkembang dan memberikan manfaat ekologis, sosial, serta ekonomi bagi masyarakat,” imbuh Antiek. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru