32.8 C
Sidoarjo
Wednesday, May 6, 2026
spot_img

Pengabdian Masyarakat PCU, Solusi Air Bersih dan Pengembangan Ekonomi di Desa Tegalsari


Surabaya, Bhirawa
Melalui pengabdian masyarakat Petra Christian University (PCU) menyediakan alat pemurni air payau (ALPAMAL) dan memberikan pelatihan Business Model Canvas (BMC) untuk pelaku usaha lokal supaya mendapatkan air bersih dan ekonomi berkembang di Desa Tegalsari, Sidoarjo.

Sebagai bentuk kepedulian PCU terhadap dua kebutuhan mendasar masyarakat pengabdian tersebut yang menjadi fokus utama adalah Kebutuhan akan air bersih serta penguatan ekonomi lokal, yang di ikuti oleh 29 mahasiswa Civil Engineering Department dan Program Business Management bersama dosen pembimbing, Selasa (9/9).

Dosen Civil Engineering PCU, Dr. rer. Nat. Ir. Surya Hermawan, S.T., M.Eng., IPM., menjelaskan Penyerahan alat ALPAMAL, singkatan dari ALat Pemurni Air payau dengan MAterial Lokal, yang dirancang meningkatkan kualitas air payau menjadi lebih jernih dan layak dipakai untuk kebutuhan sehari-hari.

“Saat percobaan alat telah digunakan oleh beberapa warga, dan hasilnya dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga Desa Tegalsari, karena Air yang biasanya asin dan keruh dapat kami gunakan secara langsung setelah disaring dengan ALPAMAL, adanya alat ini dapat menyingkat waktu untuk mendapat air bersih dan menurunkan pengeluaran untuk membeli air bersih,” jelasnya.

Lanjut Surya mengatakan di bidang teknis, PCU juga memberikan dukungan pada sektor ekonomi lokal, dimana Mahasiswa Business Management memberikan pelatihan Business Model Canvas (BMC) pada para pelaku usaha desa.

Berita Terkait :  Puskesmas Pandian Sumenep Beri Rujukan Sesuai Hasil Pemeriksaan, Bukan Permintaan

“Pelatihan bagi warga Tegalsari karena memiliki ragam usaha yang potensial, mulai dari perdagangan hasil laut seperti udang windu dan kepiting, usaha laundry, hingga toko kelontong,” ucap Surya.

Pelatihan tersebut dibimbing langsung oleh Dr. Dhyah Harjanti, S.E., M.Si., dan Prof. Dr. Njo Anastasia, S.E., M.T., dosen School of Business and Management (SBM) PCU. “Warga memiliki semangat berusaha dengan strategi yang jelas, Business Model Canvas dapat membantu untuk mengenali target pelanggan, nilai produk, hingga cara menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan, cara ini, usaha kecil di desa bisa berkembang lebih kuat dan terarah,” jelas Prof. Njo.

Prof. Njo menyampaikan bahwa bukti bahwa kolaborasi akademisi dan masyarakat mampu melahirkan solusi nyata, sinergi lintas prodi, kegiatan ini telah berhasil menjawab dua kebutuhan desa, yakni akses air bersih dan pengembangan usaha.

“Berharapan kegiatan ini membawa dampak yang berkelanjutan, ALPAMAL untuk memberi akses air bersih dan BMC yang membuka peluang usaha lebih luas bagi warga, dan tidak hanya meningalkan alat serta pengetahuan tetapi memberi impian besar keberlanjutan proyek yang akan datang,” tutur Prof. Njo. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!