Kalaksa BPBD Kabupaten Tulungagung, Sudarmaji
Tulungagung, Bhirawa. – Wilayah Kabupaten Tulungagung diprediksi baru mengalami turun hujan pada bulan Desember 2026 mendatang. Prediksi ini berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Kalaksa BPBD Kabupaten Tulungagung, Sudarmaji, Rabu (30/9), mengatakan sesuai prediksi BMKG tersebut Sebagian besar wilayah kecamatan di Tulungagung akan diguyur hujan di awal Desember 2026.
“Ada 13 wilayah kecamatan di Tulungagung yang diprediksi akan turun hujan di awal bulan Desember mendatang,” ujarnya.
Sedang enam wilayah kecamatan lainnya, menurut dia, akan kebagian turun hujan pada akhir bulan Desember 2026.
“Keenam wilayah kecamatan yang diprediksi turun hujan baru pada pertengahan Desember 2026 adalah Kecamatan Bandung, Kecamatan Boyolangu, Kecamatan Campurdarat, Kecamatan Gondang, Kecamatan Kauman dan Kecamatan Pakel,” paparnya.
Sudarmaji mengatakan berdasarkan informasi dari BMKG, musim hujan tahun 2026/2027 di Jawa Timur diprediksi mengalami perubahan pola dibandingkan kondisi normal. Awal musim hujan diperkirakan mengalami kemunduran, dengan sebagian besar wilayah Jawa Timur memasuki musim hujan pada Desember 2026.
Mundurnya musim hujan, lanjut dia, harus juga mendapat perhatian. Utamanya dalam peningkatan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang bisa memicu bencana.
“Meskipun musim hujan diprediksi datang lebih lambat, masyarakat tetap harus meningkatkan kesiapsiagaan karena pada masa peralihan musim berpotensi terjadi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana seperti banjir bandang, tanah longsor, maupun angin kencang,” paparnya.
Mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Tulungagung ini, membeberkan pula jika BMKG sudah memprediksi puncak musim hujan 2026/2027. Yakni terjadi pada bulan Februari 2027.
Sudarmaji menandaskan, BPBD Kabupaten Tulungagung akan terus melakukan langkah mitigasi dan koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan. Termasuk pemerintah desa dan masyarakat dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana.
“Yang perlu kita lakukan adalah memperkuat kesiapsiagaan, mulai dari memastikan kondisi saluran air, membersihkan lingkungan, memangkas pohon yang berpotensi membahayakan, hingga meningkatkan kewaspadaan masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana,” tutupnya. [wed.hel].



