27.2 C
Sidoarjo
Sunday, July 12, 2026
spot_img

Warga Gedangan Antusias, Ingin Buat Sendiri Komposter Drum Bertingkat


Gresik, Bhirawa – Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya memperkenalkan komposter drum bertingkat sebagai solusi pengelolaan sampah organik rumah tangga kepada warga Desa Gedangan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, pada Jumat (10/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan selama 12 hari, meliputi tahap persiapan, sosialisasi, praktik pembuatan komposter, proses pengomposan, pendampingan, hingga evaluasi.

Selama ini, sebagian besar sampah organik rumah tangga di Desa Gedangan, seperti sisa sayuran, kulit buah, dan daun kering, masih dikelola secara sederhana, dibakar atau dibuang ke tempat penampungan sementara. Padahal, jika diolah dengan benar, limbah tersebut bisa menjadi kompos padat dan pupuk organik cair (POC) yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman di pekarangan warga.

Dalam pelaksanaannya, warga diberikan materi soal pengelolaan sampah organik, manfaat pengomposan, penggunaan bioaktivator EM4, hingga cara mengoperasikan komposter drum bertingkat. Setelah pemaparan materi, peserta langsung praktik memilah sampah organik, membuat larutan bioaktivator dari campuran EM4, molase, dan air, hingga mengisi dan merawat komposter yang terbuat dari drum plastik HDPE.

Jadid Dwi Sajiwo, mahasiswa yang menjadi pelaksana kegiatan, mengatakan pemilihan komposter drum bertingkat didasari pertimbangan biaya dan kepraktisan, mengingat alat ini dirancang menghasilkan dua produk sekaligus, kompos padat dan pupuk cair, tanpa memerlukan lahan atau alat yang rumit.

“Kami pilih desain drum bertingkat karena selain murah, cara pakainya juga sederhana. Warga tinggal masukkan sampah organiknya, semprot larutan EM4, terus diaduk rutin, hasilnya bisa langsung dipakai buat pupuk tanaman sendiri,” kata Jadid.

Berita Terkait :  Tukar Tiket Mudik, Calon Mahasiswa Bisa Dapat Diskon Daftar di UMSURA

Salah satu Ibu PKK yang mengikuti kegiatan tersebut menyampaikan antusiasmenya usai melihat langsung proses kerja komposter yang didemonstrasikan tim mahasiswa.

“Saya lihat alatnya sederhana, tapi hasilnya kelihatan nyata, jadi kompos dan air pupuk cair sekaligus. Saya jadi tertarik dan ingin coba buat sendiri di rumah, kelihatannya tidak susah ditiru, bahan-bahannya juga gampang dicari,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama ini sampah dapur di rumahnya hanya ditumpuk atau dibakar begitu saja, sehingga ia merasa kegiatan ini membuka wawasan baru soal cara mengelola sampah yang lebih bermanfaat, sekaligus berencana mempraktikkannya sendiri menggunakan drum bekas yang masih ia miliki di rumah.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Salsabila Ratu Kencana Syaharani, S.Psi., M.Psi., mengatakan antusiasme warga untuk mempraktikkan sendiri alat yang diperkenalkan menjadi indikator keberhasilan program pengabdian ini.

“Kalau warga sampai punya keinginan membuat sendiri komposternya di rumah, itu artinya materi yang kami sampaikan benar-benar sampai dan dianggap bermanfaat, bukan sekadar formalitas kegiatan,” kata Salsabila.

Berdasarkan hasil evaluasi menggunakan pre-test dan post-test terhadap 14 peserta, ditemukan peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah mengikuti kegiatan, dengan nilai signifikansi sebesar 0,026. Selain peningkatan pengetahuan, kegiatan ini juga mendorong perubahan sikap warga dalam memilah sampah sejak dari rumah, serta membuka peluang penghematan biaya rumah tangga melalui pemanfaatan kompos dan pupuk cair sebagai pengganti pupuk komersial.

Berita Terkait :  Hari Batik Nasional, Smamda Surabaya Menggelar Workshop Membatik Daun Semanggi

Ke depan, program ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut melalui pembentukan kelompok pengelola sampah tingkat desa, sehingga manfaatnya tidak berhenti hanya selama masa program pengabdian berlangsung. [why]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!