32 C
Sidoarjo
Thursday, August 20, 2026
spot_img

Waket Bidang Pembangunan APEKSI Ajak Pemda Percepat Pencapaian SDGs Melalui I-SIM 2026

Kota Mojokerto, Bhirawa — Wakil Ketua Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia), Ika Puspitasari yang juga menjabat sebagai Wali Kota Mojokerto, menyampaikan bahwa program I-SIM 2026 menjadi platform strategis bagi pemerintah kota untuk menunjukkan aksi nyata dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), sekaligus menjadi sarana evaluasi dan pengembangan pembangunan berkelanjutan di daerah.

Poin tersebut disampaikan Ika Puspitasari saat mengikuti secara daring Kick-off Program Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) 2026 dari Ruang Sabha Pambojana, Rumah Rakyat Kota Mojokerto, Kamis (20/8/2026).

Lebih lanjut, Ika menyampaikan apresiasi APEKSI terhadap program I-SIM yang merupakan hasil kolaborasi bersama PT Surveyor Indonesia, Kementerian PPN/Bappenas, APKASI, serta berbagai pihak yang memiliki misi sama dalam mendorong terwujudnya pemerintahan daerah yang semakin berkelanjutan.

“Pemerintah daerah dengan berbagai tantangan yang terus berkembang, termasuk kondisi geopolitik global, tentu dituntut mampu menyelesaikan berbagai persoalan sekaligus mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, agenda SDGs menjadi salah satu indikator penting bagi pemerintah daerah dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan. Dengan target pencapaian pada tahun 2030 yang semakin dekat, hal ini perlu menjadi motivasi untuk mempercepat langkah-langkah pencapaian. I-SIM tidak semata-mata dipandang sebagai kompetisi atau pemeringkatan. Bagi APEKSI, program ini lebih berfungsi sebagai proses penilaian mandiri (self-assessment) dan peningkatan berkelanjutan bagi pemerintah daerah anggotanya.

Berita Terkait :  Jumlah Kuota Diumumkan, Sekolah Siapkan Perangkingan Siswa Eligible untuk SNBP

“Program I-SIM menjadi platform bagi pemerintah kota untuk menunjukkan aksi nyatanya dalam pencapaian SDGs, sekaligus menjadi barometer agar dapat terus berkembang,” jelasnya.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2022, I-SIM telah menjadi bagian dari Indonesia’s SDGs Action Awards yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas. Penghargaan memang merupakan bentuk apresiasi yang penting, namun nilai yang jauh lebih besar adalah bagaimana praktik-praktik baik pemerintah daerah dapat diidentifikasi, didokumentasikan, disebarluaskan, dipelajari, dan direplikasi oleh daerah lainnya.

“Harapannya, I-SIM tidak berhenti pada penilaian dan pemberian penghargaan saja, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran antardaerah untuk mempercepat pencapaian SDGs menuju tahun 2030,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan ini menjadi awal yang baik bagi seluruh rangkaian program dan mampu mendorong semakin banyak pemerintah kota dan kabupaten untuk berpartisipasi. Daerah tidak hanya perlu menunjukkan capaian terbaik, tetapi juga terus menghadirkan inovasi pembangunan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Karena pada akhirnya, keberhasilan I-SIM bukan hanya tentang siapa yang memperoleh peringkat terbaik, melainkan tentang bagaimana praktik-praktik baik ini memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. [min.kt]

Berita Terkait

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!