Kab Pasuruan, Bhirawa – Tahun ini, seluruh mobil dinas untuk pejabat Eselon II Pemkab Pasuruan direncanakan diganti dengan mobil listrik berbasis baterai. Langkah efisiensi anggaran ini sekaligus percepatan era kendaraan ramah lingkungan mulai direalisasikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan.
Rencana besar tersebut kini memasuki babak penting. Pemkab Pasuruan telah mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan APBD 2026 kepada DPRD Kabupaten Pasuruan untuk dibahas bersama komisi terkait.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Pasuruan Yuswianto membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, langkah tersebut merupakan instruksi langsung dari Bupati Pasuruan demi menekan pengeluaran daerah secara signifikan.
“Sesuai petunjuk Bapak Bupati Pasuruan, kita berencana mengganti mobil dinas Eselon II menjadi mobil listrik. Saat ini sudah pada tahap pengajuan Raperda Perubahan APBD 2026,” terang Yuswianto, Rabu (19/8).
Ia menjelaskan, ada 35 unit kendaraan dinas Eselon II yang aktif beroperasi saat ini.
Pihaknya menargetkan proses transisi armada tersebut rampung sebelum akhir tahun melalui mekanisme Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).
Menariknya, Pemkab Pasuruan tidak membeli unit baru secara tunai, melainkan mengandalkan skema sewa dari pihak ketiga. Opsi itu dinilai jauh lebih menguntungkan karena memangkas beban pemeliharaan rutin seperti servis mesin, penggantian oli hingga suku cadang.
“Tentu nantinya itu jatuhnya jauh lebih efisien, penghematannya bisa lebih dari 50 persen. Pemkab tidak perlu beli BBM atau oli dan perawatan ditanggung penuh pihak ketiga. Kita tinggal pakai saja,” urai Yuswianto.
Transisi itu juga berbanding lurus dengan kesiapan infrastruktur pendukung di wilayah Pasuruan.
Sepanjang tahun 2026 hingga 2027, sebanyak 132 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (SPKLB) siap dibangun dan tersebar di 24 kecamatan.
Pembangunan SPKLB tersebut murni digarap oleh pihak swasta melalui sistem sewa lahan aset daerah, sehingga turut menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Nantinya, titik pengisian daya ini bakal difokuskan di kawasan padat dan strategis. Yakni, mulai dari wilayah perkotaan, Gempol, Pandaan, Bangil hingga area destinasi wisata,” papar Yuswianto. [hil.gat]



