30 C
Sidoarjo
Thursday, August 20, 2026
spot_img

Sosialisasi Inovasi Kemasan dan Pemasaran Kopi: Wujudkan UMKM Kare yang Lebih Berdaya Saing

Madiun, Bhirawa

 Kopi dari Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, memiliki potensi besar sebagai produk unggulan daerah berkat cita rasa khas yang dihasilkan dari kawasan lereng Gunung Wilis. Di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif, kualitas produk perlu diimbangi dengan inovasi kemasan dan strategi pemasaran yang mampu menjawab kebutuhan konsumen.

 Melalui program sosialisasi bertema “Implementasi Packaging Innovation dan Market Oriented untuk Meningkatkan Keberdayaan UMKM Kopi Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun”, para pelaku UMKM memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pengemasan produk yang menarik (packaging innovation) serta penerapan strategi usaha yang berorientasi pada pasar (market oriented). Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperkuat posisi kopi lokal di pasar yang lebih luas.

 Kegiatan ini diselenggarakan oleh tim dosen dan mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat. Tim dipimpin oleh Nisa Hafi Idhoh Fitriana, S.P., M.P. selaku ketua, bersama dua dosen lainnya, Dr. Risqi Firdaus Setiawan, S.P., M.P. dan Sutrisno Adi Prayitno, S.TP., M.P. sebagai anggota, serta melibatkan dua mahasiswa yang turut mendampingi jalannya kegiatan di lapangan.

 Kegiatan ini juga melibatkan para pelaku UMKM kopi di Kecamatan Kare sebagai mitra utama dalam pelaksanaan program. Sinergi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga memperkuat keberlanjutan usaha berbasis potensi lokal.

Berita Terkait :  Dosen Untag Surabaya Kembangan SIG untuk Petakan Kesehatan di Desa Kalipecabean Sidoarjo

 Kegiatan ini berlangsung di Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, yang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil kopi di Jawa Timur. Kondisi geografis yang mendukung menjadikan wilayah ini menghasilkan kopi dengan karakteristik rasa yang khas dan memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai produk bernilai ekonomi tinggi.

 Meskipun memiliki kualitas produk yang baik, sebagian besar UMKM kopi di wilayah tersebut masih menggunakan kemasan sederhana dan belum sepenuhnya menerapkan strategi pemasaran yang berorientasi pada kebutuhan konsumen. Akibatnya, nilai jual produk belum optimal dan daya saing terhadap produk sejenis masih relatif rendah.

 Pelaksanaannya meliputi berbagai tahapan, mulai dari sosialisasi untuk membuka wawasan peserta mengenai pentingnya inovasi kemasan sebagai identitas produk dan media promosi, pendampingan desain kemasan yang menarik serta informatif, hingga penguatan pemahaman mengenai strategi pemasaran berbasis market oriented agar pelaku UMKM mampu memahami karakteristik pasar, preferensi konsumen, serta peluang pengembangan usaha. Dilanjutkan dengan pendampingan teknis penggunaan alat, hingga praktik langsung menimbang dan mengemas produk agar peserta benar-benar siap menerapkannya secara mandiri setelah kegiatan usai.

 Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan usaha, tim pengabdian juga menyerahkan bantuan peralatan berupa satu unit mesin sealer dan mesin penakar otomatis (automatic filling machine)  kepada pelaku UMKM kopi. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses pengemasan, menghasilkan takaran produk yang lebih akurat, serta menciptakan kemasan yang lebih rapi, higienis, dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Berita Terkait :  Rekrutmen Guru untuk Sekolah Rakyat Wajib Lulus PPG

 Melalui kegiatan ini, peserta juga memperoleh wawasan mengenai pentingnya branding, pencantuman informasi produk yang lengkap, penggunaan kemasan yang fungsional, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran.

 Program ini hadir untuk:

  1. Meningkatkan kualitas dan daya tarik kemasan produk UMKM kopi Kare;
  2. Mendorong penerapan strategi pemasaran yang berorientasi pada kebutuhan pasar;
  3. Meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk kopi lokal;
  4. Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

 “Harapan kami, ilmu dan alat yang kami berikan hari ini bisa terus dipakai dan dikembangkan sendiri oleh warga. Bukan sekadar formalitas kegiatan, tapi benar-benar membawa perubahan baik bagi usaha kopi di Kecamatan Kare dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya,” Ujar Ibu Nisa mengakhiri sambutannya.

 Kedepannya, sinergi antara UPN “Veteran” Jawa Timur dan masyarakat Kare diharapkan terus berlanjut, sehingga kopi Kare tidak hanya dikenal karena rasanya, tetapi juga karena kemasannya yang semakin profesional dan siap bersaing di pasar yang lebih luas. *

Penulis:

  1. Nisa Hafi Idhoh Fitriana, S.P., M.P.
  2. Dr. Risqi Firdaus Setiawan, S.P., M.P.

Dosen Agribisnis UPN “Veteran” Jawa Timur

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!