32 C
Sidoarjo
Thursday, August 20, 2026
spot_img

Permintaan Ruang Kantor Dorong Sewa APAC Tembus 4,6 Juta per-Meter Persegi pada Semester I 2026

Surabaya, Bhirawa – Pasar kantor kawasan Asia Pasifik menunjukkan ketahanan pada semester I 2026. Meskipun menghadapi ketidakpastian geopolitik, aktivitas sewa tetap kuat dengan preferensi yang meningkat terhadap gedung berkualitas tinggi.

Laporan Colliers Asia Pacific Office Market Insights H1 2026 mencatat total ruang kantor yang disewa mencapai 4,6 juta meter persegi di 11 pasar kawasan selama paruh pertama tahun ini. Permintaan didorong oleh momentum bisnis yang stabil dan kecenderungan penyewa memilih aset kantor kelas atas.

Tiga negara, yaitu India, Tiongkok Daratan, dan Jepang, menyumbang lebih dari 95% dari total aktivitas sewa. Ketiganya juga menyumbang lebih dari 90% dari pasokan ruang kantor baru. Di sisi lain, Hong Kong dan Taiwan mencatat pertumbuhan permintaan yang kuat, sementara volume sewa turun signifikan secara tahunan di Selandia Baru, Indonesia, dan Singapura.

“Pasar kantor APAC memasuki paruh kedua 2026 dengan momentum yang meningkat,” kata Mike Davis, Managing Director, Occupier Services, Asia Pacific, Colliers dalam pernyataan resminya, Kamis (20/8/2026).

Menurut dia, perusahaan semakin mengutamakan tempat kerja berkualitas untuk menarik talenta, meningkatkan produktivitas, dan mendukung pertumbuhan bisnis. Permintaan kini semakin terpusat pada aset best-in-class.

Dikombinasikan dengan pasokan yang terbatas di beberapa pasar utama dan sentimen investasi yang membaik, kondisi ini menciptakan lingkungan yang kondusif untuk aktivitas sewa yang berkelanjutan di kawasan.

Berita Terkait :  Bupati Dorong Dekopinda Jadikan Koperasi Soko Guru Perekonomian

Secara makro, kawasan Asia Pasifik masih tampil lebih baik dibandingkan wilayah lain dan menjadi pendorong penting pertumbuhan ekonomi global. Laporan Colliers mencatat prospek pertumbuhan yang tangguh dan kemungkinan stabilnya suku bunga dapat mendukung kepercayaan bisnis dan investasi. Namun, risiko geopolitik dan ketidakpastian perdagangan tetap menjadi faktor yang perlu diawasi.

“Dalam beberapa kuartal ke depan, pasokan dan permintaan diperkirakan tetap sehat, didukung aktivitas penyewa yang kuat dan preferensi terhadap aset berkualitas tinggi,” kata Davis.

“Tingkat kekosongan diperkirakan akan stabil di sebagian besar pasar, sementara permintaan yang berkelanjutan kemungkinan mendorong kenaikan rata-rata sewa,” ujar Davis menutup.

Bagus Adikusumo, Head of Office Services Colliers Indonesia, menambahkan bahwa pasar kantor Jakarta tetap menunjukkan ketahanan.

“Penyewa cenderung memilih ruang yang telah dilengkapi (fitted-out), gedung ramah lingkungan, dan opsi sewa fleksibel. Seiring permintaan yang bertumbuh, pemilik gedung fokus mempertahankan daya saing melalui insentif penyewa yang strategis. Ke depan, pasar kantor Jakarta diperkirakan stabil, didukung oleh meningkatnya aktivitas penyewa, pasokan baru yang terbatas, dan permintaan untuk ruang kantor fleksibel dan berkualitas tinggi,” ujarnya.

Pada sisi pasokan, volume tetap rendah dengan total sekitar 3 juta meter persegi pada semester I 2026, turun 37 persen secara tahunan. Pasokan baru sangat terkonsentrasi di India dan Tiongkok Daratan, yang bersama-sama menyumbang lebih dari 80 persen dari penyelesaian proyek baru. [aya.kt]

Berita Terkait :  KAI Tawarkan Fitur Female Seat Map, Perempuan Makin Aman dan Nyaman Naik Kereta Api

Berita Terkait

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!