25 C
Sidoarjo
Thursday, August 20, 2026
spot_img

UPN “Veteran” Jawa Timur Ajak Anak Sanggar Omah Ndhuwur Berani Bermimpi Tanpa Batas dan Tingkatkan Gender Awareness


Surabaya, Bhirawa – Sebanyak 30 anak Sanggar Omah Ndhuwur Dupak Bangunrejo, Surabaya, mengikuti edukasi mengenai kesetaraan gender melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Edukasi (PkM EDU) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur, Kamis (9/7).

Mengangkat tema “Aku Berani Bermimpi Tanpa Batas”, kegiatan ini mengajak anak-anak memahami gender awareness, bahwa cita-cita, pendidikan, dan berbagai aktivitas tidak semestinya dibatasi oleh anggapan tentang apa yang hanya boleh dilakukan anak laki-laki atau perempuan.

Kegiatan pengabdian diketuai oleh Firsty Chintya Laksmi Perbawani, S.Hub.Int., M.Hub.Int., dosen Program Studi Hubungan Internasional UPN “Veteran” Jawa Timur. Tim terdiri dari Helga Yohana Simatupang, S.IP., M.A., dosen HI UPNVJT, Dr. Probo Darono Yakti, S.Hub.Int., M.Hub.Int., dosen HI Universitas Airlangga, serta dua mahasiswa, yakni Syalomitha Imantama Putri Surbakti dan Fania Shafira Al Fayzza.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan registrasi dan pembukaan, kemudian peserta mengerjakan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal mereka. Pertanyaan diberikan melalui contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan anak, seperti siapa yang boleh bercita-cita menjadi dokter, pilot, guru, atau polisi, apakah anak laki-laki boleh membantu memasak, serta siapa yang boleh membaca buku di pojok literasi. Ketiga contoh itu digunakan untuk melihat pemahaman anak mengenai kesempatan, peran, dan akses.

Setelah itu, ketua tim, Firsty, memberikan materi edukasi secara interaktif. Anak-anak diajak berdiskusi mengenai cita-cita, pembagian peran di rumah, kesempatan mendapatkan pendidikan, serta pentingnya menghargai teman tanpa membedakan gender. Suasana kegiatan berlangsung lebih meriah dengan permainan dan aktivitas bersama. Dalam post-test, anak-anak diberikan sejumlah situasi, antara lain ketika seorang anak perempuan ingin menjadi pilot, ayah mencuci piring, kakak laki-laki membantu menyapu, serta kesempatan memilih buku bacaan tanpa dibatasi gender.

Berita Terkait :  Bupati Jombang Tinjau Pelaksanaan MBG di SMPN 1 Sumobito

Salah seorang peserta, Tiara (7), mengaku senang mengikuti kegiatan ini. “Kegiatannya seru dan menyenangkan. Saya jadi tahu kalau anak perempuan dan laki-laki sama-sama boleh punya cita-cita,” ujarnya.

Ketua pelaksana PkM EDU, Firsty Chintya, mengatakan edukasi gender sejak usia sekolah dasar penting untuk membangun cara pandang anak yang lebih terbuka. “Kami ingin anak-anak memahami bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, bermimpi, dan mengembangkan kemampuan. Tidak ada cita-cita yang hanya boleh dimiliki anak laki-laki atau anak perempuan,” katanya.

Program ini juga mencakup pembentukan pojok literasi di Sanggar Omah Ndhuwur sebagai ruang belajar yang dapat dimanfaatkan anak secara berkelanjutan. PkM EDU dirancang untuk meningkatkan gender awareness melalui edukasi sekaligus memperkuat budaya literasi anak di lingkungan komunitas.

Program PKM EDU ini didanai oleh Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur melalui Surat Perjanjian Penugasan Abdimas PkM EDU Nomor SPP/20/UN.63.8/PM/IV/2026. Kegiatan ini mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan pemahaman anak mengenai kesetaraan akses pendidikan dan SDG 17 (Partnership for the Goals) melalui kolaborasi UPN “Veteran” Jawa Timur dengan komunitas local, yakni Sanggar Omah Ndhuwur. [why]

#sdg4upnvjt
#sdg17upnvjt

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!