Pemkab Sumenep, Bhirawa. Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Sumenep, Senin (17/8), berlangsung dengan nuansa berbeda. Para pejabat dan tamu undangan tampil mengenakan pakaian adat dari sejumlah daerah di Indonesia.
Upacara yang digelar di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep tersebut dipimpin Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo sebagai inspektur upacara. Ia tampil mengenakan busana adat Sulawesi.
Pemandangan beragam pakaian tradisional terlihat di antara barisan peserta. Busana khas daerah lengkap dengan aksesori dan penutup kepala tersebut turut memperkuat pesan kebinekaan dalam peringatan kemerdekaan.
Sejumlah pejabat yang hadir antara lain Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim, Ketua DPRD Sumenep Zainal Arifin, Kapolresta Sumenep Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu, Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada, Ketua Pengadilan Negeri Sumenep Warsito, dan Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep Nislianudin. Upacara juga diikuti tokoh masyarakat, pemuka agama, organisasi kepemudaan, mahasiswa, pelajar, BUMD, serta sejumlah instansi vertikal.
Kepala Disbudporapar Sumenep Faruk Hanafi mengatakan, pemakaian pakaian adat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Momentum HUT Kemerdekaan tidak hanya menjadi ajang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kecintaan terhadap budaya bangsa.
”Keberagaman pakaian adat yang ditampilkan menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui penghargaan dan pelestarian budaya,” kata Faruk Hanafi.
Faruk menambahkan, budaya merupakan bagian penting dari jati diri bangsa sehingga keberadaannya perlu terus dijaga dan diperkenalkan kepada generasi penerus. ”Kami sajikan ragam pakaian adat agar diketahui para generasi penerus bangsa,” ucapnya.
Selain upacara, rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di lingkungan Pemkab Sumenep turut dimeriahkan dengan pertunjukan seni dan tarian Nusantara. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan.
”Kami juga gelar pertunjukan berbagai seni budaya Nusantara setelah upacara kemerdekaan. Harapan kami agar seni budaya itu tetap lestari,” tandasnya. [sul.fen]


