Surabaya, Bhirawa
Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melaksanakan kunjungan akademik dan penjajakan kerja sama di Kota Dili, Timor Leste.
Kunjungan tersebut membuka peluang kerja sama penelitian, penguatan jejaring alumni internasional, hingga potensi puluhan mahasiswa baru dari Timor Leste untuk melanjutkan studi di Untag Surabaya, Sabtu, (23/5/2026)
Wakil Rektor III Untag Surabaya, Dr. Sumiati, M.M., mengatakan bahwa berada di Timor Leste, kampus melaksanakan sejumlah agenda strategis bersama instansi pemerintahan, perguruan tinggi, alumni, hingga Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dili.
“Untag Surabaya perkenalkan program pendidikan sekaligus membuka peluang kerja sama akademik lanjutan, dan hasil sosialisasi terdapat 13 calon pendaftar Program Magister Teknik serta beberapa peminat Program Profesi Insinyur,” jelasnya.
Lanjut Sumiati selain ke sekolah kunjungan dilakukan ke perusahaan Lecha Lyan Pacific bidang kontraktor milik Alumni Magister Teknik Sipil Untag Surabaya yang berada di Timor Leste.
“Pertemuan tersebut Untag Surabaya berdiskusi bersama alumni dan para karyawan terkait peluang melanjutkan studi di Untag Surabaya, hasilnya pertemuan terdapat tambahan minat untuk Program Magister Teknik sekitar empat hingga lima orang, kemudian untuk Program Magister Manajemen sekitar tiga orang,” ucapnya.
Selain agenda institusional, tambah Sumiati kampus juga memperkuat hubungan antaralumni melalui pertemuan bersama alumni yang berada di Timor Leste.
“Pada ketemu alumni Untag Surabaya kami menginisiasi pembentukan IKBA Diaspora Timor Leste sebagai wadah pemersatu alumni lintas program studi, sebab ke ingin alumni Untag Surabaya di Timor Leste memiliki wadah bersama supaya jejaring dan kontribusinya semakin kuat,” tutur Sumiati.
Saat di sana Wakil Rektor III Untag Surabaya juga memberikan kuliah umum di Fakultas Ekonomi yang dihadiri lebih dari 200 mahasiswa dari empat program studi, sementara Dr. Faradlilah Saves dan Dr. Hanie Teki Tjendani memberikan seminar di bidang teknik di Universidade da Paz (UNPAZ).
Pada diskusi bersama pimpinan fakultas di Timor Leste, Untag Surabaya membahas implementasi kerja sama akademik yang lebih konkret supaya tidak berhenti penandatanganan dokumen kerja sama semata, melainkan diarahkan pada penelitian bersama, pengabdian masyarakat, pertukaran mahasiswa, magang, publikasi ilmiah bersama, hingga kolaborasi dosen sebagai reviewer jurnal.
“berharap kerja sama tidak hanya sebatas MOU atau MOA, tapi benar-benar diwujudkan implementasi nyata yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” imbuh Sumiati. [ren.kt]


