33.2 C
Sidoarjo
Monday, July 20, 2026
spot_img

Tekan Inflasi, Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Pamekasan

Pamekasan, Bhirawa. – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar pasar murah di halaman kantor Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura, Minggu (19/7). Kegiatan ini sebagai langkah memperkuat daya beli masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Pasar Murah untuk pengendalian inflasi ini dihadiri langsung Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, didampingi Disperindag Prov Jatim, Diskop UMKM Prov Jatim dan hadir Bupati Pamekasan, KH Kholilurahman, Perkopimda Pamekasan, Kepala OPD, Camat Larangan dan undang lainnya.

Dalam pasar murah ini, Gubernur Khofifah terjun langsung melayani para pembeli yang jumlah ratusan orang. Pembeli yang didominasi kaum ibu-ibu, juga para bapak ikut antri untuk ambil bagian bisa membeli sembako murah diadakan Pemprov Jatim dan Bulog ini.

Gubernur Khofifah mengataka, pasar murah menjadi salah satu instrumen penting pemerintah menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi masyarakat sekaligus memperkuat upaya pengendalian inflasi di daerah. Selain itu, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.

”Dalam kegiatan tersebut memastikan bahwa ketersediaan bahan pokok di Jawa Timur dalam kondisi aman dengan harga yang relatif stabil dan keterjangkauan komoditas pokok dengan harga lebih murah dari pasar,” tandas Khofifah, kepada sejumlah awak media.

Gubernur mempertegas, intervensi harga sangat penting untuk komoditas strategis yang kerap memicu inflasi seperti beras, minyak goreng, gula, cabai rawit, dan cabai merah.

Berita Terkait :  Tekan Inflasi, Pemkot Mojokerto Bagikan Bibit Cabai ke Warga

Pasar murah Pemprov Jatim menyediakan kebutuhan pokok, produk Jamu, makanan olahan karya UMKM. Harga jual Beras Premium Rp14 ribu per kg, Beras Medium SPHP Rp11 ribu per kg, Minyak Goreng Rp13 ribu per liter, Gula Pasir Rp14 ribu per kg dan Tepung Terigu Rp10 ribu per kg.

Dalam pasar murah ini masyarakat juga antusias membeli Telur Ayam seharga Rp22 ribu per kemasan, Gaging Ayam Rp30 ribu per kemasan, Bawang Putih Rp6 ribu per 250 gram, Bawang Merah Rp7 ribu per 250 gram dan Cabai seharga Rp5 ribu per 200 gram.

”Lewat pasar murah kita ingin pastikan distribusi kebutuhan pokok, utamanya minyak goreng, berjalan lancar. Kami selalu update data di pasar. Mana yang naik, langsung kita intervensi untuk menekan inflasi,” kata Khofifah.

Khofifah menegaskan, sinergi antara Pemprov, pemerintah daerah, BUMN, dan badan usaha harus diperkuat. Tujuannya agar tidak ada kendala distribusi pangan yang merugikan masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah.

”Sinergitas adalah kunci utama. Bersama kita pastikan pasokan aman, distribusi lancar, dan harga kebutuhan pokok tetap stabil. Pemerintah terus melakukan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran distribusi serta stabilitas harga di pasar,” ucapnya.

Sejak siang, ratusan warga Pamekasan memadati halaman kantor kecamatan Larangan berburu berbagai komoditas pokok dengan harga di bawah pasar. Dan Pasar murah ini diramaikan pula puluhan stand UMKM binaan Pemprov Jatim. [din.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!