Pemkot Probolinggo, Bhirawa – Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 dan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 di Kota Probolinggo diwarnai pertunjukan teater sejarah perjuangan Mastrip dan Tentara Genie Pelajar (TGP), Rabu (28/10). Pertunjukan yang dibawakan Sanggar Embrio tersebut digelar sebelum upacara di halaman Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo.
Upacara dipimpin Wali Kota Probolinggo Aminuddin. Dalam amanatnya, ia mengajak generasi muda untuk meningkatkan kapasitas diri, mengembangkan kreativitas dan inovasi, serta mengambil peran dalam pembangunan daerah.
Menurut Aminuddin, peringatan Sumpah Pemuda harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan menumbuhkan semangat generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman. Pemuda diharapkan tidak sekadar menjadi penonton perubahan, tetapi mampu melahirkan gagasan dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.
“Pemuda Kota Probolinggo harus terus meningkatkan kualitas diri, mengembangkan kreativitas dan inovasi, serta memperkuat karakter dan kepemimpinan. Saya berharap pemuda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga berani mengambil peran dalam pembangunan dan ikut membawa daerah ini menjadi lebih maju,” ujar Aminuddin.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun karakter, integritas, dan kepemimpinan, serta memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial, lanjutnya, perlu terus dikembangkan agar generasi muda mampu menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, peringatan Haornas ke-43 menjadi momentum untuk mendorong masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Aminuddin menilai olahraga tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga berperan dalam membentuk kedisiplinan, sportivitas, kesehatan, dan kebersamaan.
“Olahraga merupakan fondasi penting bagi terwujudnya masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Karena itu, mari kita jadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Budaya berolahraga perlu tumbuh di keluarga, sekolah, tempat kerja, komunitas, dan lingkungan masyarakat,” katanya.
Wali kota juga menyampaikan apresiasi kepada atlet, pelatih, pembina, dan insan olahraga di Kota Probolinggo. Ia berharap kontingen yang akan mengikuti Pekan Olahraga Daerah (Popda) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) III Tahun 2026 mampu menunjukkan prestasi dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan trofi kepada para pemenang lomba olahraga tradisional tingkat SMP se-Kota Probolinggo. Cabang yang dilombakan meliputi egrang, klompen, dan hadang. Penghargaan diserahkan oleh Wali Kota Aminuddin bersama Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari.
Adapun pertunjukan teaterikal perjuangan Mastrip dan TGP mengangkat peran generasi muda dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Penampilan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan yang menggabungkan nilai sejarah perjuangan, persatuan pemuda, dan semangat kebangsaan. [fir.wwn]




