Pemkot Pasuruan, Bhirawa. – Usia senja kerap diidentikkan dengan masa-masa menurunkan tempo hidup dan menarik diri dari pusaran sosial. Namun, pemandangan kontras tersaji di Gedung Kesenian Dharmoyudho, Kota Pasuruan, Rabu (28/10). Di gedung megah tersebut, ratusan warga lanjut usia tampak sumringah mengenakan toga wisuda, merayakan sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa dahaga akan ilmu pengetahuan tidak pernah luntur digerus usia.
Sebanyak 782 peserta dari jenjang Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) Standar 1, Standar 2, dan Standar 3 dikukuhkan langsung oleh Wali Kota Pasuruan, H Adi Wibowo. Prosesi khidmat ini turut didampingi oleh Wakil Wali Kota Pasuruan, Ketua TP PKK Kota Pasuruan, serta jajaran pengurus lainnya.
Kehadiran para pejabat teras birokrasi, mulai dari Pj. Sekretaris Daerah hingga para kepala perangkat daerah, menegaskan isu kesejahteraan warga senior kini telah bertransformasi menjadi agenda strategis pembangunan daerah.
Bagi Wali Kota yang akrab disapa Mas Adi itu, momentum wisuda hari ini jauh melampaui batas seremoni seremonial semata. Ini adalah bentuk pengakuan atas ketangguhan mental warga senior Pasuruan untuk terus bertumbuh, berdaya, dan bermartabat.
“Tujuan Sekolah Lansia Tangguh ini adalah membuat para lansia, khususnya di Kota Pasuruan, semakin sehat dan bahagia. Kita ingin para lansia tetap aktif, mandiri, produktif, serta mampu menikmati kehidupan dengan penuh kebahagiaan,” ujar Mas Adi di hadapan ratusan wisudawan.
Langkah Pemkot Pasuruan menggulirkan program Selantang bukan tanpa pijakan kuat. Di tengah gelombang pergeseran struktur demografi menuju era penuaan penduduk (aging population), pemerintah daerah dituntut hadir merancang kebijakan yang adaptif. Melalui kurikulum terpadu yang merangkum kesehatan fisik, mental, spiritual, hingga kecakapan sosial, Selantang menjadi ruang pembinaan yang holistik.
Keberhasilan merajut ekosistem yang ramah bagi kelompok senior ini tecermin dari indikator makro daerah. Angka harapan hidup di Kota Pasuruan tercatat merangkak naik, dari 74,86 tahun pada 2025 menjadi 75,1 tahun pada 2026.
Capaian ini menjadi landasan empiris bahwa kualitas hidup masyarakat, termasuk kelompok usia lanjut, terus menunjukkan tren positif seiring perbaikan layanan sosial dan kesehatan. Tak heran jika ikhtiar panjang birokrasi dan masyarakat Pasuruan berbuah manis. Sepanjang 2026 ini, Kota Pasuruan sukses menyabet predikat sebagai juara umum kota ramah lansia di tingkat Provinsi Jawa Timur.
Yakni, sebuah pengukuhan atas komitmen lintas sektor yang melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB), tenaga pendidik, tenaga kesehatan, hingga para kader Bina Keluarga Lansia (BKL).
Sebagai wujud keberpihakan jangka panjang, Pemkot Pasuruan tengah menyiapkan langkah antisipatif untuk tahun anggaran mendatang. Melalui DP3AKB, alokasi dukungan anggaran bagi Selantang diproyeksikan akan terus diperkuat pada 2027. Fokusnya kian tajam. Yaitu. memperluas kuota partisipasi agar jangkauan program semakin luas, di samping terus mendongkrak kualitas materi pembelajaran di lapangan.
Kendati demikian, Mas Adi mengingatkan bahwa merawat masa tua warga bukan sekadar urusan kucuran anggaran atau kelengkapan fasilitas fisik semata. Kunci utamanya terletak pada terbangunnya rasa kepemilikan bersama (sense of belonging) di tengah ekosistem sosial masyarakat.
“Dan keberhasilan program ini bukan hanya soal anggaran dan fasilitas pemerintah, tetapi juga membangun rasa memiliki dan tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang kuat, kita berharap Selantang terus berkembang dan semakin banyak lansia yang merasakan manfaatnya,” urai Mas Adi.
Menutup rangkaian prosesi wisuda yang sarat kehangatan tersebut, Mas Adi menitipkan pesan penyemangat kepada para wisudawan dan wisudawati.
Pihaknya berharap bekal ilmu dari bangku Selantang mampu ditularkan di tengah keluarga, menjadi mercusuar teladan bagi generasi muda, sekaligus merawat optimisme bahwa senja kala adalah babak emas untuk terus berkarya. “Teruslah belajar, teruslah berkarya, dan tetaplah menjadi bagian penting dalam membangun Kota Pasuruan yang semakin maju, sejahtera dan berdaya saing,” urai Mas Adi.[hil.ca]




