Tuban, Bhirawa – Sebanyak 40 siswa dari 16 sekolah di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengikuti kegiatan Sekolah Jurnalistik yang diselenggarakan Ronggolawe Press Solidarity (RPS) di MAN 1 Tuban.
Kegiatan yang didukung ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) tersebut menjadi ruang edukasi bagi pelajar untuk memahami praktik jurnalistik sekaligus mengenal industri hulu minyak dan gas bumi (migas).
Dalam kegiatan bertajuk Bedah Jurnalisme Masa Kini itu dengan tema Fleksibilitas Jurnalistik di Era Konvergensi Media, siswa mendapatkan pemaparan mengenai industri hulu migas, kontribusinya terhadap perekonomian nasional, serta pentingnya menjaga keselamatan di sekitar jalur pipa minyak dan gas bumi.
Materi tersebut disampaikan Almaliki Ukay Sukaya Subqy, pimpinan bidang Public & Government Affairs EMCL yang akrab disapa Malik.
Peserta kegiatan tidak hanya berasal dari sekolah-sekolah di Kabupaten Tuban, tetapi juga melibatkan pelajar dari wilayah yang dilalui jalur pipa Lapangan Banyu Urip, yang dioperasikan EMCL. Beberapa peserta di antaranya merupakan anak nelayan di Kecamatan Palang.
Dalam pemaparannya, Malik menjelaskan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai keselamatan di sekitar jalur pipa migas serta zona eksklusif di sekitar Floating Storage and Offloading (FSO) Gagak Rimang.
Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelajar mengenai aspek keselamatan dalam kegiatan operasional industri hulu migas.
Selain membahas keselamatan, Malik juga memperkenalkan mekanisme pengelolaan industri hulu migas di Indonesia. Dia menjelaskan bahwa kegiatan usaha hulu migas dilaksanakan melalui skema kontrak kerja sama dengan pengawasan dan pengendalian oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
Melalui materi tersebut, para siswa diperkenalkan dengan proses eksplorasi, risiko investasi, serta mekanisme pengembalian biaya operasi atau cost recovery sesuai ketentuan kontrak kerja sama.
Industri hulu migas juga memiliki kontribusi terhadap penerimaan negara, penyerapan tenaga kerja, dan pertumbuhan sektor usaha penunjang.
Malik turut memaparkan program tanggung jawab sosial perusahaan yang mencakup bidang pendidikan, pengembangan ekonomi masyarakat, dan pemanfaatan energi alternatif, termasuk biogas.
Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasinya.
Menurut Malik, kegiatan Sekolah Jurnalistik merupakan bentuk kolaborasi antara industri hulu migas dan insan pers dalam memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai kegiatan operasional migas di Kabupaten Tuban.
“Kegiatan ini merupakan komitmen bersama antara industri hulu migas bersama RPS Tuban untuk memberikan pemahaman kepada para siswa di Kabupaten Tuban. Kita berharap, kolaborasi ini menjadi sebuah terobosan dalam meningkatkan dukungan masyarakat terhadap operasi industri hulu migas di Kabupaten Tuban,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, pelajar diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai dunia jurnalistik, tetapi juga memiliki pemahaman yang lebih baik tentang industri hulu migas, termasuk aspek keselamatan dan kontribusinya terhadap masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Hj. Umi Kultsum dalam sambutan penutup kegiata menyampaikan akan pentingnya bijak dalam bermedia (medsos).
Umi meminta para siswa menjadikan media sekolah untuk syi’ar edukasi dan kebajikan lingkungan sekolah. Apa yang diperoleh dari pelatihan, manfaat dengan serius karena yang jadi peserta adalah pilihan dari sekolah.
“Siswa yang dikirim sekolah tentu bukan sekadar ditunjuk, tapi melalui seleksi yang baik.” kata Kepala Kemenag Tuban yang pernah menjadi Ketua PC Fatayat NU kabupaten Tuban ini.
Setiap informasi yang didapat, diharapkan tidak langsung diunggah dalam media sosial tapi perlu diseleksi dan diuji dulu kebenarannya.
Sharing antar sesama siswa diperlukan untuk menyaring informasi, baru kemudian diunggah sebagai informasi. Teknis nyaringnya seperti apa, sudah diajarkan oleh para wartawan dalam pelatihan ini.
Selain itu, Umi Kulsum meminta paska Sekolah Jurnalistik ditindaklanjuti dengan lomba, ini termasuk RTL (rencana tindaklanjut) agar kegiatan kali ini ada tindak lanjutnya secara sustainable.
“Soal ini, silahkan ketua panitia kordinasi dengan kami, Ia berharap seluruh sekolah yang mengirim siswanya di pelatihan di MAN Tuban disertakan dalam lomba,” harap Umi Kulsum. [hud.kt]




