Sidoarjo, Bhirawa. – Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), Trenggono , memastikan BGN tak akan mentoleransi kelalaian yang dilakukan SPPG yang telah menyebabkan 566 orang santri di Kabupaten Sidoarjo menjadi korban keracunan. BGN pun telah memutuskan operasional SPPG Kalitengah untuk dihentikan sementara.
SPPG baru boleh beroperasi lagi kalau sudah lolos evaluasi BGN dan dinyatakan memenuhi standar higiene sanitasi. Sehingga SPPG Kalitengah, belum ada tanggal pembukaan kembali.
Tindakan tegas, kata Trenggono, yang belum lama ini, datang ke Kabupaten Sidoarjo, menegaskan agar tidak ditiru oleh SPPG lain di Kabupaten Sidoarjo, bahkan SPPG yang ada di Indonesia.
Trenggono yang baru dilantik sebagai Wakil Kepala BGN pada 2 Juni 2026 itu, juga menegaskan BGN bersama Pemkab Sidoarjo akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SOP distribusi di seluruh SPPG yang ada di Sidoarjo, agar tidak terulang kembali.
Mayjen Trenggono sendiri ditunjuk Presiden Prabowo sebagai Wakil Kepala BGN untuk memperkuat aspek logistik dan distribusi program MBG, khususnya di daerah dengan tantangan geografis. Sebelumnya ia menjabat sebagai Kapuskes TNI.
Ketika datang ke Kabupaten Sidoarjo melihat penanganan korban keracunan MBG, belum lama ini, Mayjen TNI Dr dr Trenggono, juga memberikan apresiasi kepada Pemkab Sidoarjo atas respon cepat dalam menangani kasus dugaan keracunan MBG di Kecamatan Tanggulangin itu.
Dirinya didampingi Bupati Sidoarjo Subandi, sempat meninjau Posko kesehatan dan beberapa rumah sakit, yang menjadi rujukan korban keracunan MBG.
”Kami mengapresiasi langkah Pemkab Sidoarjo yang langsung mengaktifkan Tim Krisis Kesehatan, mendirikan posko, dan menanggung biaya pengobatan korban. Ini bentuk sinergi yang kita butuhkan agar program MBG tetap berjalan aman dan tepat sasaran,” ujar Trenggono.
BGN juga menyampaikan permohonan maaf atas mungkin kelalaian ataupun ketidakpatuhan petugas dapur dalam mengoperasionalkan dapur, sehingga adanya kejadian fatal itu.
Bupati Sidoarjo, Subandi, menyambut baik dukungan BGN. Dirinya mengatakan Pemkab Sidoarjo siap berbenah dan memperketat pengawasan yang higienes dan sanitasi pada SPPG, agar kejadian serupa tidak terulang.
Secara umum kondisi santri terpantau stabil. Isu adanya santri meninggal dunia akibat kejadian ini sepenuhnya hoaks. Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak juga konfirmasi, tidak ada laporan korban meninggal dunia.
Jumlah SPPG di Kabupaten Sidoarjo data per update 2 September 2026, berdasarkan data hasil koordinasi Pemkab Sidoarjo dengan OPD terkait, total ada 170 – 174 SPPG, yang sudah beroperasi sebanyak 153 SPPG, sedangkan yang belum berizin sebanyak 21 – 31 SPPG. Dari data yang ada, SPPG Kalitengah, Tanggulangin, yang menjadi pusat kasus keracunan massal tersebut, pada 1 September 2026, sebenarnya sudah mengantongi izin.
Setelah kejadian, Bupati Subandi minta pengawasan kepada semua SPPG di Kabupaten Sidoarjo agar diperketat.
Sementara itu, Menteri PPPA, Arifah Choiri Fauzi, yang juga datang bersama dengan Wakil Ketua BGN, dan menegaskan bila dibutuhkan PPPA akan melakukan pendampingan kepada anak-anak yang mengalami trauma keracunan makanan. PPPA akan membantu proses pemulihan psikologis dan emosional anak-anak agar siap kembali ke sekolah. [kus.fen].


