28.2 C
Sidoarjo
Sunday, September 6, 2026
spot_img

Khofifah Ajak Warga Jadikan Akhlakul Karimah Pedoman Hidup

Sidoarjo, Bhirawa – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat menjadikan akhlakul karimah atau perilaku terpuji sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Pesan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri Dzikir, Doa Bersama, Sholawat Kemerdekaan, dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah bersama Majelis Dzikir dan Sholawat yang diselenggarakan Majlis Ta’lim Al-Yasmin di Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (5/9).

Menurut Khofifah, akhlak dan perilaku yang baik merupakan wujud nyata seorang muslim dalam memegang teguh ajaran agama. Karena itu, nilai-nilai akhlakul karimah perlu terus ditanamkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menyebut pesan tersebut sejalan dengan ajaran Syekh Afeefuddin Al-Jailani, keturunan langsung Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, yang menekankan keterkaitan antara agama dan moralitas.

“Setiap Jumat beliau selalu mengajarkan ini. My religion my morality atau my morality my religion. Akhlakku, agamaku. Itulah yang kemudian menjadi fokus dari pengajian beliau yang saya harap bisa kita pedomani,” kata Khofifah.

Khofifah menilai keteladanan Rasulullah SAW menjadi salah satu pijakan penting dalam membangun karakter masyarakat. Nilai kasih sayang, kejujuran, persaudaraan, dan pengabdian kepada umat, menurutnya, relevan untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Karena itu, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berdekatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI dinilai menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia dibangun melalui nilai keimanan, persatuan, dan pengorbanan.

Berita Terkait :  Antisipasi 'Bottle Neck' Exit Tol Kraksaan-Leces, Polres Probolinggo Siapkan Skenario Berlapis

“Kemerdekaan yang kita rayakan Agustus lalu bukan hanya ajang untuk mengenang, tetapi harus menjadi energi untuk terus meningkatkan kepedulian sosial dan menghadirkan manfaat. Nilai-nilai perjuangan itu saya pikir sejalan dengan keteladanan Rasulullah SAW yang mengajarkan kasih sayang, kejujuran, dan pengabdian kepada umat,” ujarnya.

Menurut Khofifah, dzikir dan doa bersama juga menjadi ikhtiar spiritual untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan sekaligus momentum meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Ia pun mengajak masyarakat Jawa Timur memperkuat dzikir dan doa sebagai bagian dari ikhtiar membangun daerah. Kerja keras dalam pembangunan, kata dia, perlu diiringi doa agar setiap langkah yang dilakukan mendapat keberkahan dan kemudahan.

“Kalau Allah tidak ridho, kita tidak akan bisa melakukan apapun. Dan tanpa pengorbanan para pendahulu, kita tidak akan ada di sini. Maka, saya minta, mari kita kirimkan doa terbaik untuk pahlawan bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan Indonesia,” tuturnya.

Lebih lanjut, Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga semangat kemerdekaan melalui gotong royong dan pengabdian sesuai bidang masing-masing.

“Mari kita isi kemerdekaan dan peringatan Maulid Nabi dengan karya terbaik kita. Kita juga perlu isi dengan menjaga persaudaraan, memperkuat toleransi, serta terus menebarkan optimisme. Insya Allah, dengan ikhtiar dan doa, Jawa Timur akan semakin maju, semakin kuat, dan cita-cita mewujudkan Indonesia Emas dapat kita raih bersama,” pungkasnya.

Berita Terkait :  Tinjau Program MBG di Bangkalan, Khofifah Sebut Asupan Bergizi Tingkatkan Kecerdasan dan Inteligensi Siswa

Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dengan lantunan tahlil dan istighosah serta pembacaan Sirah Nabawiyah. Acara dilanjutkan tausiyah oleh KH Muzzaky Al Hafidz, Mahallul Qiyam, muhasabah, doa, dan Shalawat Kemerdekaan.

Turut hadir Bupati Sidoarjo Subandi, Founder Pondok Pesantren Digipreneur Al Yasmin Helmy M. Noor, Pembina MDS Al-Yasmin Yuni, serta segenap jamaah Al-Yasmin. [ina.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!