Pemkab Sumenep, Bhirawa. – Pemerintah Kabupaten Sumenep menginginkan pelayanan publik tetap berjalan maksimal tanpa ada alasan hari libur. Salah satu pelayanan yang harus terpenuhi meski hari libur yakni jika terjadi bencana alam. Korban bencana harus tetap menerima pelayanan baik saat membutuhkan bantuan apapun.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terhenti hanya karena hari libur. Jajaran pemerintah daerah diminta tetap sigap merespons setiap kondisi mendesak yang dialami masyarakat. “Pelayanan itu tidak harus menunggu hari kerja. Kalau ada yang mendesak, hari libur pun harus ditangani dengan cepat,” kata Achmad Fauzi Wongsojudo, Minggu (6/9).
Penegasan tersebut langsung diikuti jajaran Pemkab Sumenep dengan merespons musibah yang dialami Neneng Sunarti (65), warga Jalan Letnan Ramli, Kelurahan Kepanjin, Kecamatan Kota Sumenep. Neneng yang diketahui seorang janda mengalami musibah setelah bagian atap belakang rumahnya ambrol pada Sabtu (5/9) siang. Minggu pagi, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep Abd Rahman Riadi bersama Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sumenep Ahmad Rahman turun langsung ke kediaman Neneng untuk menyalurkan bantuan. “Bantuan berupa uang dan sembako diberikan sebagai bentuk kepedulian sekaligus untuk meringankan beban Neneng setelah rumahnya mengalami kerusakan,” kata Kepala Dinsos P3A Sumenep Abd Rahman Riadi.
Ia mengatakan, respons cepat tersebut merupakan bagian dari sinergi pemerintah daerah bersama lembaga sosial dalam memberikan perhatian kepada masyarakat yang tertimpa musibah. “Penyaluran bantuan secara langsung seperti ini juga menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga sosial dalam merespons kondisi masyarakat yang membutuhkan perhatian,” ujarnya.
Menurutnya, kecepatan pemerintah dalam merespons kondisi darurat menjadi bagian penting dari pelayanan publik. Karena itu, pelayanan kepada masyarakat tidak semestinya terhambat oleh hari kerja maupun hari libur. “Bagi pemerintah daerah, kecepatan merespons musibah menjadi bagian penting dari pelayanan publik, terutama ketika masyarakat membutuhkan bantuan secara langsung. Ini sesuai dengan keinginan Pak Bupati,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Sumenep Ahmad Rahman mengatakan bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian kepada warga yang sedang menghadapi kesulitan. “Bantuan ini hanya sekedarnya, diharapkan dapat meringankan beban Neneng sekaligus membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari pascamusibah,” katanya.
Ia menambahkan, BAZNAS akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. “Kami datang untuk masyarakat. Semoga bisa bermanfaat. Tadi pagi, Pak Bupati menyampaikan hal ini agar cepat ditanggapi,” tegasnya.[sul.ca]


