Kabupaten Madiun, Bhirawa. – Bupati Madiun H. Hari Wuryanto,SH MAk bersama Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi, MH terus menunjukkan komitmenya mengurangi penggangguran dan meningkatkan PAD di kabupaten yang dipimpinnya. Terbukti, Bupati Madiun didampingi Sekda Sigit Budiarto, SSos, MSi melakukan Audiensi Minat Investasi dengan Presdir PT. Sino Textile Technology Indonesia, Mr. Chen di ruang IT Pemkab Madiun di Caruban, Jumat (4/9/2026)
Tidak main-main, kalau proses pembangunan pabrik textile ini terealisasi, maka akan menyedot karyawan hingga 6.000 orang, dengan jumlah investasi hingga trilyunan rupiah. Menariknya lagi, perusahaan dari China ini dalam memproduksi texstile dengan mendaur ulang botol plastic bekas sebagai bahan bakunya, sehingga hal ini juga bisa mengatasi sampah botol plastic.
Dalam audiensi ini, Mr. Chen sangat berharap bisa berinvestasi di Kabupaten Madiun. Pasalnya, selain Bupati-nya sangat baik, dirinya juga merasakan lingkungan dan masyarakatnya Kab. Madiun sangat baik. Ditambah lagi keseriusan Pemkab. Madiun begitu besar, hal bisa terlihat dari bantuannya dalam penyiapan lahan.
Usai acara, Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto mengatakan jika investasi ini terealisasi, maka angka pengangguran bisa teratasi. Selain itu, multiplier effect lainnya juga akan mengikuti karena perusahaan ini bahan bakunya dari sampah plastik, sehingga masalah sampah plastik juga bisa selesai.
“Selama ini kita agak berat ya untuk menangani sampah plastik. Jadi kalau ini (investasi) terjadi, seluruh desa nanti kita suruh kumpulkan sampah plastic dan nanti kita tinggal ambil. Jadi selain bermanfaat, dan insyaallah menambah income desa. Ini yang kita harapkan, multiplier effect-nya luar biasa. Belum lagi UMKM kita akan semakin berkembang,” jelas Bupati.
Karena perusahaan ini nantinya membutuhkan tenaga kerja hingga 6.000, Bupati ingin formasinya 70% – 30%, 70% tenaga kerja lokal. Karena memang tenaga skill tertentu mesti dari investor, karena dia juga ingin investasinya aman dan lancar. “Jadi, insyaallah ke depan kalau anak-anak kita lulusan S1 kaitannya dengan pertekstilan ini, ya bisa menjadi tenaga ahlinya,” ujar Bupati.
Kalau dari sisi Pemda, lanjut Bupati, otomatis akan menerima pemasukan dari pajak untuk meningkatkan PAD, kemudian juga dari Dana Bagi Hasil akan meningkat. Impact yang lain, nanti akan bermunculan industri lainnya yang akan berkesinambungan dengan industri ini. “Kalau mengenai lahannya sudah gak ada masalah, karena sudah diurusin semua sesuai dengan ketentuan yang baru,” ungkap Bupati. [dar.hel]


