Surabaya, Bhirawa
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Timur resmi membuka tahapan Seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) Jawa Timur Tahun 2026 di Aula Soegondo Djoyopuspito, Surabaya, Minggu (13/9).
Kepala Dispora Jawa Timur, M. Hadi Wawan Guntoro menegaskan pentingnya peran pemuda di tengah sengitnya persaingan era globalisasi yang kini tidak lagi sebatas antarwilayah, melainkan antarnegara. Menurutnya, pemuda adalah tulang punggung bangsa, pemegang estafet kepemimpinan, sekaligus agen perubahan.
“Generasi muda Indonesia, khususnya dari Jawa Timur, harus memiliki wawasan global, ketahanan mental yang kuat, kapabilitas intelektual, serta pemahaman budaya yang mendalam,” ujar Hadi Wawan saat memberikan sambutan pembukaan.
Ia menjelaskan bahwa program PPAN merupakan wadah strategis yang disiapkan pemerintah untuk menempa kandidat pemuda terbaik. Melalui program ini, para peserta tidak hanya berkesempatan memperluas wawasan di kancah internasional, tetapi juga mengemban amanat sebagai duta bangsa dan duta daerah. “Kalian membawa misi memperkenalkan kearifan lokal, kebudayaan, serta potensi besar Jawa Timur di kancah global,” tegasnya di hadapan para peserta.
Pemilihan Aula Soegondo Djoyopuspito sebagai lokasi acara juga sarat akan pesan sejarah. Hadi Wawan mengimbau seluruh peserta untuk meresapi semangat persatuan dan keberanian dari sang tokoh Sumpah Pemuda 1928 tersebut dalam menjalani setiap tahapan seleksi.
Ia memastikan bahwa seluruh proses seleksi PPAN Jatim 2026 akan berlangsung secara ketat, transparan, objektif, dan akuntabel.
Dalam kesempatan tersebut, Kadispora Jatim menyampaikan tiga pesan utama kepada para peserta yakni, peserta diminta mengeluarkan kemampuan maksimal, mulai dari penguasaan bahasa asing, wawasan kebangsaan, seni budaya, kepemimpinan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Kemudian menjaga integritas dan nilai kebangsaandenganmenjadi pemuda yang tidak sekadar cerdas, tetapi juga santun dan berkarakter kuat. Ia juga berpesan agar pemuda siap menang dan siap belajardenganmenjadikan seleksi sebagai proses pembelajaran. Siapa pun yang terpilih merupakan representasi bersama, sedangkan yang belum terpilih tetap menjadi pemuda hebat yang siap berkontribusi bagi Jawa Timur.
Diakhir arahannya, Hadi Wawan turut menitipkan kepercayaan penuh kepada dewan juri untuk menilai dan memilih wakil-wakil terbaik yang benar-benar siap serta layak membawa nama Jawa Timur dan Indonesia di kancah internasional.
Sementara itu Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Jatim, Awan Widodo mengatakan jumlah peserta mencapai 40 pemuda. Dari jumlah tersebut akan dipilih tiga putra dan tiga putri. “Mereka yang lolos diseksi ini akan mengikuti seleksi lagi di Kemenpora dan kalau lolos akan ditempat di Jepan dan Australia,” katanya. wwn


