28.3 C
Sidoarjo
Wednesday, July 29, 2026
spot_img

Selamatkan Seni Wayang Kulit, Kota Batu Regenerasi Dalang Sejak Dini

Kota Batu,Bhirawa – Warga Kota Batu memìliki semangat tinggi untuk melestarikan seni budaya tradisional. Salah satunya pelestarian seni wayang kulit dimana di dalamnya terdapat seniman dalang, sinden, dan pemain gamelan. Agar kesenian ini bìsa terus lestari,  Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kota Batu aktif melakukan pementasan lintas generasi dengan menampilkan dalang- dalang muda.

Diketahui, Pepadi Kota Batu kini dipimpin Ki Eko Saputro (Ki Puput) untuk periode kepengurusan 2026–2030. Organisasi resmi para seniman dan dalang wayang di Kota Batu ini memiliki fokus utama melestarikan seni tradisi pewayangan dan bersinergi bersama pemerintah daerah.

“Kita aktif mengadakan pagelaran wayang kulit secara periodik, pembinaan generasi muda pedalangan, serta melaksanakan audiensi budaya dengan jajaran Pemerintah Kota Batu,” ujar Ki Puput, Rabu (29/7/2026).

Adapun pentas wayang kulit lintas generasi di Kota Batu digelar Sanggar Seni Purbo Laras Pujon di Dusun Sabrangbendo, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Sabtu (25/7). Dalam pentas ini  menampilkan aksi perdana Ki Arghani, dalang muda yang diharapkan menjadi penerus seni pedalangan di Kota Batu.

Menyikapi hal ini, Wakil Wali Kota Heli Suyanto menyampaikan apresiasi kepada Ki Arghani yang memilih menekuni dunia pedalangan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan hiburan modern. Menurutnya, hadirnya generasi muda yang mencintai wayang merupakan kebanggaan sekaligus harapan bagi keberlangsungan budaya bangsa. Hal ini seķaligus menjadi bentèng untuk menahan gerusan arus teknologi digital yang kian tak terbendung.

Berita Terkait :  Kota Madiun Belum Ada Laporan Keracunan Akibat MBG

“Suatu kebanggaan bagi kami melihat generasi muda mencintai wayang. Kehadiran Ki Arghani menjadi harapan baru bagi regenerasi seni pedalangan. Pemerintah Kota Batu berkomitmen menghadirkan ruang berekspresi dan mendorong tumbuhnya sanggar-sanggar seni sebagai tempat lahirnya generasi penerus budaya,” ujar Heli.

Melalui kegiatan pentas wayang kulit lintas generasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu berharap kecintaan terhadap seni budaya tradisional khusuanya wayang kulit terus tumbuh di kalangan generasi muda. Dengan dukungan berbagai pihak, sanggar seni diharapkan menjadi ruang pembelajaran, pelestarian, sekaligus pengembangan budaya lokal agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. [nas.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!