33 C
Sidoarjo
Thursday, May 7, 2026
spot_img

Petani Tebu di Kabupaten Malang Antusias Ikuti Program Bongkar Ratoon

Kab Malang, Bhirawa

Semangat swasembada pangan kembali menggema dari wilayah selatan Kabupaten  Malang. Puluhan petani di Desa Putukrejo, Kecamatan Kalipare, kabupaten setempat menyatakan komitmen penuh untuk menyukseskan program bongkar ratoon atau peremajaan tanaman tebu guna untuk meningkatkan produksi gula nasional pada tahun 2026.

Komitmen tersebut dikukuhkan dalam pertemuan strategis antara Kelompok Tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), hal ini dipandang sangat krusial, mengingat sebesar 70 persen lahan pertanian di desa tersebut merupakan perkebunan tebu.

Sekretaris Desa (Sekdes) Putukrejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang  Athok, Kamis (7/5), kepada wartawan mengatakan, bahwa keberhasilan transformasi pertanian sangat bergantung pada kekompakan para petani.

Sedangkan soliditas antar lini adalah mesin utama penggerak pembangunan desa. Sehingga soliditas harus terbangun di semua lini, baik di dalam poktan, antar poktan, hingga sinergi dengan Gapoktan dan pemerintah desa.

“Tentunya, hal ini sebagai kunci keberhasilan program ratoon tersebut,” tegasnya.

Hal sama juga disampaikan, Ketua Poktan Taruna Bakti Kalipare Agus Wiyono, bahwa antusiasme para petani tebu di wilayah Desa Kalipare terkait program ratoon terlihat dari geliat petani muda, yang sekaligus alumni program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS).

Dalam hal ini Poktan mengusulkan 16 hektare tanaman tebu untuk bongkar ratoon di tahun ini. Sedangkan bongkar ratoon ini meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Dan total potensi lahan tebu berdasarkan Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (ERDKK) 2026 mencapai 99 hektar.

Berita Terkait :  KAI Daop 7 Madiun Tutup JPL 209 Blitar, Perkuat Keselamatan Jelang Angkutan Labaran 2026

“Kami terus bergerak menambah Calon Petani Calon Lahan (CPCL) di sisa waktu yang ada,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu petani asal desa setempat Samsuri juga menyampaikan, program bongkar ratoon sangat positif terkait manfaat pada tanaman tebu untuk meningkatkan hasil produksi.

Karena berdasarkan pengalamannya pada tahun lalu, produktivitas lahan meningkat signifikan setelah dilakukan bongkar ratoon. Sebab, pada tahun lalu, dirinya juga ikut program bongkar ratoon tebu dan hasilnya sangat membantu petani.

“Untuk itu, pada tahun 2026 ini, dirinya mengajak petani lain agar ikut program bongkar ratoon, yang saat ini sudah terkumpul seluas 10 hektar tanaman tebu yang akan di ratoon,” ungkapnya. 

Ditempat terpisah, Koordinator Penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kalipare, telah mengingatkan bahwa poktan dan Gapoktan harus mulai bertransformasi. Sehingga kelompok tani diharapkan tidak hanya menjadi wadah berkumpul secara sosial, tapi juga menjadi lembaga ekonomi yang mandiri.

Dan kelompok tani harus naik kelas, bukan sekadar penonton. Dengan melalui sinergi antara kebijakan pemerintah dan kesiapan petani di akar rumput, maka petani tebu di Desa Putukrejo harus optimis akan mampu memberikan kontribusi nyata bagi capaian swasembada gula nasional.

“Jika ada program pemerintah yang sesuai potensi, harus dioptimalkan. Karena hal ini butuh perencanaan matang dan tujuan besar,” tuturnya.

Perlu diketahui, Petani tebu di Kabupaten Malang, terus memperkuat kelembagaan sebagai pilar utama ekonomi, terutama di tengah dorongan pemerintah untuk mencapai swasembada gula nasional pada tahun 2028.

Berita Terkait :  Promosikan Potensi Herbal Lokal, SIG Bawa UMKM Rembang Tembus Pasar Nasional

Penguatan kelembagaan ini dilakukan melalui koperasi dan kelompok tani untuk meningkatkan produktivitas serta mensejahterakan anggota, yang didukung dengan program bongkar ratoon serta permodalan dari pabrik gula. [cyn.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!