Situbondo, Bhirawa
Sedikitnya ada 997 calon jamaah haji (CJH) yang terbagi dalam 4 kloter, yakni kloter 87, 88, 89 dan 90 secara resmi dilepas oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dari Pendopo Rakyat Situbondo, Kamis (7/5). Dari jumlah 997 CJH, ada dua Jamaan yang meninggal dunia.
Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh keluarga jamaah, Forkopimda, tokoh agama, serta jajaran OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Situbondo.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan memohon doa kepada seluruh calon jamaah haji agar perjalanan Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo yang dipimpinnya dan masyarakat Situbondo mendapat perlindungan dari Allah SWT.
“Semoga calon jamaah haji Situbondo diberikan kesehatan, keselamatan, serta kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci Mekkah. Menjadi tamu Allah adalah panggilan mulia,” tutur Mas Rio.
Masih kata Mas Rio, dirinya berharap seluruh jamaah menjaga kesehatan, kekompakan, serta mengikuti arahan petugas agar ibadah haji berjalan lancar dan memperoleh predikat haji mabrur. “Saya mohon sambungan doa agar masyarakat Kabupaten Situbondo sejahtera,” ujarnya.
Ia juga meminta para petugas pendamping untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah, khususnya jamaah lanjut usia yang membutuhkan perhatian lebih selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah.
Mas Rio mengataku bangga kepada calon jamaah haji Situbondo yang menanti berangkat ke Tanah Suci Mekkah selama 14 tahun.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Situbondo, saya ucapkan selamat kepada calon jamaah haji Situbondo yang akan berangkat ke Tanah Suci Mekah pada tanggal 14 Mei 2026 dini hari,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Situbondo, Rif’an Junaidi mengatakan, jumlah calon jamaah haji asal Situbondo pada musim haji tahun 1447 H/2026 M tercatat sebanyak 993 orang termasuk 3 orang petugas haji.
Jumlah tersebut setelah dikurangi 5 calon Jamaah Haji yang diantaranya menunda keberangkatan karena sakit 3 orang, Meninggal satu orang dan satu orang karena pendamping suaminya yang sakit.
“Seluruh jamaah yang berangkat telah melalui tahapan administrasi, kesehatan, hingga manasik haji. Kami berharap seluruh jamaah diberikan kesehatan, kelancaran, dan menjadi haji yang mabrur,” ujar Rif’an.
Rif’an juga menjelaskan dari 993 Calon Jamaah Haji, 171 jamaah diantara merupakan lansia yang akan mendapatkan perlakuan khusus nantinya.
“Petugas dan pendamping tentunya akan lebih memprioritaskan jamaah yang lansia, selain pergerakan terbatas juga terkait kesehatannya,” jelasnya.
Ratusan jamaah calon haji asal Situbondo tersebut, kata Ri’fan nantinya terbagi dalam empat kloter, yakni Kloter 87, 88, 89, dan 90. Pembagian kloter dilakukan untuk memudahkan proses pemberangkatan serta pelayanan selama perjalanan menuju embarkasi hingga ke Tanah Suci.
Untuk mendukung kelancaran transportasi jamaah, kata Fi’fan, panitia telah menyiapkan sebanyak 26 armada bus dan truk pengangkut koper jamaah. Armada tersebut akan digunakan mengantar jamaah menuju embarkasi sebelum diterbangkan ke Arab Saudi.
Dari ratusan jamaah calon haji tahun ini, kata Ri’fan, terdapat jamaah termuda bernama Afif yang masih berusia 14 tahun dan berasal dari Desa Tokelan, Kecamatan Panji. Sedangkan, jamaah tertua atas nama Artini berusia 85 tahun asal Desa Pesisir Besuki,” tandasnya.
Rif’an juga berpesan agar seluruh Jamaah mematuhi segala aturan selama haji dan melakukan rukun haji dengan baik.
“Bawa nama baik kabupaten Situbondo, doakanlah Kabupaten Situbondo agar mendapatkan barokah Haji. Semoga setelah melaksanakan haji menambahkan kesalehan sosial dan keadaban,” pungkas Rif’an. [awi.kt]


