28.4 C
Sidoarjo
Wednesday, May 20, 2026
spot_img

Ruang Digital Harus Aman Untuk Tumbuh Kembang Anak Kota Batu


Kota Batu, Bhirawa
Menyikapi peringataan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menyoroti penguatan literasi digital dalam perkembangan teknologi yang semakin pesat guna memastikan ruang digital harus menjadi tempat yang aman dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu, Heli Suyanto mengatakan bahwa pemerintah telah memberlakukan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Melalui kebijakan ini pemerintah resmi menunda akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.

“Pemberlakuan PP TUNAS ini merupakan langkah pemerintah dalam memberikan perlindungan terhadap generasi muda dari dampak negatif platform digital berisiko tinggi,” ujar Heli, Rabu (20/5).

Pemerintah memastikan agar anak-anak tetap bisa mengakses ruang digital yang tetap menjunjung etika, dan harus sehat sesuai dengan jenjang usia tumbuh kembangnya. Dan perlindungan anak di ruang digital ini juga harus diikuti dengan pembangunan kualitas manusia melalui sejumlah program strategis baik skala nasional maupun daerah.

Di antara program strategis nasional yang terus gencar dilakukan di Kota Batu meliputi, Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, peningkatan mutu guru, hingga layanan Cek Kesehatan Gratis. Semua program ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Dengan semangat Harkitnas, lanjut Heli, Pemkot Batu terus mendorong solidaritas sosial bersama ditambah dengan peningkatan kualitas pendidikan, serta kemandirian daerah di berbagai sektor. Dan kebangkitan ini berawal dari kesadaran individu yang terakumulasi secara kolektif yang nantinya berujung pada kemakmuran bangsa.

Berita Terkait :  BPS Sidoarjo Dampingi Desa Sidokepung Kecamatan Buduran, Laksanakan Program Desa CANTIK

Untuk itu, semangat Harkitnas harus bisa menjadi momentum untuk meneguhkan semangat persatuan, gotong royong, serta komitmen seluruh elemen daerah dalam membangun Kota Batu yang maju dan berdaya saing. Dan menjadi komitmen pemkot untuk meningkatkan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.

“Semangat Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi motivasi bagi seluruh aparatur dan masyarakat untuk terus bergerak bersama dalam berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah,” tambah Heli.

Dengan terus menjaga optimisme dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan, Kota Batu akan semakin kuat dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Semangat Harkitnas di Kota Batu juga diwujudkan dengan meningkatkan semangat antikorupsi. Hal ini dilakukan Inspektorat kota ini dengan menggelar sosialisasi antikorupsi, termasuk kepada pegawai Puskesmas dan Dinas Kesehatan, juga untuk memperkuat integritas pelayanan publik di sektor kesehatan.

Dalam sosialisasi, Inspektorat menghadirkan narasumber Penyuluh Antikorups (PAKSI) yang fokus pada pemahaman pencegahan korupsi, batasan gratifikasi, serta penanaman sembilan nilai antikorupsi. Hal ini penting dilakukan guna menciptakan budaya kerja yang bersih dan profesional.

“Melalui edukasi ini, Pemerintah Kota Batu berkomitmen untuk mencegah praktik penyalahgunaan wewenang dan pungutan liar demi menjamin kualitas pelayana kesehatan yang berintegritas bagi seluruh masyarakat,” ujar Muhammad Muslich, Penyuluh Antikorupsi Kota Batu. [nas.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!