Kota Probolinggo, Bhirawa
Pemerintah Kota Probolinggo resmi membuka rangkaian Ramadan Fest, War Takjil dan Pasar Murah 1447 Hijriah di Sentra Wisata Kuliner GOR Ahmad Yani, Sabtu (21/2) sore.
Kegiatan yang digelar hingga 14 Maret 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan ekonomi kerakyatan sekaligus pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Pembukaan dilakukan langsung Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin. Meski cuaca mendung, kawasan sentra kuliner tampak dipadati masyarakat yang berburu aneka takjil untuk berbuka puasa.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Perdagangan (DKUP) Kota Probolinggo, Slamet Swantoro, menjelaskan kegiatan ini diikuti sekitar 70 pelaku usaha pada Ramadan Fest dan War Takjil. Sementara pasar murah diikuti 12 peserta yang terdiri dari BUMN, perbankan, perusahaan swasta, dan pelaku usaha lokal.
Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok selama Ramadan, sekaligus memberikan ruang promosi dan pemasaran bagi pelaku UMKM serta pedagang kaki lima di Kota Probolinggo.
“Pasar murah dan Ramadan Fest ini menjadi instrumen pengendalian harga sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Wali Kota Aminuddin menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ramadan Fest tahun ini dapat digelar selama tiga pekan tanpa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), melainkan melalui dukungan sponsor dan kerja sama multipihak.
“Ini bentuk sinergi yang baik. Kegiatan berjalan tanpa membebani APBD, namun tetap memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, Sentra Kuliner GOR Ahmad Yani kini terus berkembang sebagai pusat kuliner baru dengan sekitar 180 tenant aktif setiap hari. Kehadiran pasar murah di lokasi tersebut dinilai semakin meningkatkan daya tarik kawasan.
Selain itu, wali kota juga mengungkapkan Kota Probolinggo masuk dalam 34 kabupaten/kota terbaik se-Indonesia dalam pengelolaan kebersihan dan sampah dari total 518 daerah partisipan. Penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup tersebut akan disertai sertifikat dan dukungan insentif.
Predikat itu, lanjutnya, harus dijaga bersama. Ia mengimbau pengunjung maupun pelaku usaha untuk tetap menjaga kebersihan kawasan sentra kuliner.
Dari sisi ekonomi makro, Pemkot menargetkan laju inflasi dapat ditekan menjelang Lebaran. Berdasarkan data, inflasi Kota Probolinggo pada Februari tercatat 3,4 persen. Melalui intervensi pasar murah dan stabilisasi harga, pemerintah menargetkan inflasi turun hingga 2,75 persen menjelang Idul Fitri 1 Syawal 1447 H.
“Kita berharap kegiatan ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menekan angka kemiskinan melalui penguatan UMKM dan stabilitas harga,” pungkasnya. [irf.kt]


