29 C
Sidoarjo
Wednesday, April 22, 2026
spot_img

Jaga Ekosistem Inovasi, Dindik Jatim Apresiasi 50 Karya Terbaik EJIES 2026

 “Wujudkan Mutu Pendidikan, Kadindik Dorong Inovasi Berdampak Nyata”

Dindik Jatim, Bhirawa

Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur memberikan penghargaan kepada 50 karya inovasi terbaik dalam ajang East Java Innovation Education Summit (EJIES) 2026. Proses seleksi telah berlangsung sejak 13 Februari hingga 9 Maret 2026, dengan tahap paparan dijadwalkan pada 30 April 2026 untuk penentuan 25 karya terbaik.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya inovasi pendidikan yang berdampak nyata di lingkungan SMA, SMK, SLB, serta unit kerja pendidikan di Jawa Timur.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa EJIES bukan sekadar kompetisi, melainkan pergeseran paradigma menuju pembangunan ekosistem pendidikan berkelanjutan.

Di tahun ke dua ini, Kadindik kelahiran Makassar menegaskan bahwa EJIES merupakan gerakan bersama menuju pendidikan masa depan. Program ini menekankan kolaborasi, perubahan pengalaman belajar, serta solusi yang dapat diimplementasikan dan direplikasi oleh para kepala sekolah, pendidik, hingga pembuat kebijakan di lingkungan unit Dinas Pendidikan Jawa Timur.

“Program ini untuk menumbuhkan ekosistem inovasis ecara masif di lingkungan Pendidikan Jawa Timur. Tidak hanya sekedar gagasan, program inovasi yang dibuat harus berdampak bagi murid maupun kemajuan mutu pendidikan,”ucap Aries, Rabu (22/4).

Sebagai tindak lanjut, Dindik Jatim menggelar development forum untuk memastikan karya inovasi tidak berhenti pada tahap proposal. Dalam forum ini, para peserta mendapatkan validasi solusi, pendampingan implementasi, penguatan dampak, serta kesempatan membangun jejaring dengan sekolah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan media.

Berita Terkait :  Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat, Kementerian PU Pastikan Progres Sesuai Target

Aries menekankan empat hal penting dalam program EJIES 2026. Pertama, inovasi yang dibuat oleh para kepala sekolah, Guru hingga pemangku kebijakan di unit Dindik Jatim harus berpihak pada murid dan diukur dari dampaknya terhadap pembelajaran dan masa depan peserta didik.

Selain itu, inovasi harus terukur dan akuntabel dengan indikator yang jelas. Pentingnya membangun kolaborasi jluas lintas pemangku kepentingan juga ditekankan Aries. Terakhir, inovasi harus dirancang berkelanjutan dan mudah direplikasi.

“Development forum ini menjadi momentum penting untuk mematangkan gagasan, mempertajam strategi implementasi, dan memperkuat dampak inovasi sebelum masuk tahap showcase dan pemaparan final,” katanya.

EJIES 2026 juga mencatat tingginya antusiasme peserta. Disebutkan Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Ety Prawesti, partisipasi pendaftar terbanyak berasal dari wilayah Kediri dengan 4.005 peserta, disusul Ponorogo 3.509 peserta, dan Bojonegoro 3.407 peserta. Sementara itu, pengiriman karya terbanyak berasal dari Bojonegoro sebanyak 3.218 karya, Ponorogo 3.039 karya, dan Kediri 2.790 karya.

Adapun kompetisi EJIES 2026 mencakup enam kategori, yaitu transformasi digital dan teknologi pendidikan (3.844 karya), inovasi pembelajaran dan kurikulum abad 21 (8.101 karya), penguatan karakter dan literasi (2.662 karya), inklusi dan layanan peserta didik (796 karya), kewirausahaan dan vokasi (2.394 karya), serta tata kelola dan ekosistem pendidikan (1.968 karya).

Melalui ajang ini, Dindik Jatim berharap inovasi menjadi energi bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dan industri, serta menghadirkan solusi yang relevan terhadap tantangan pendidikan di Jawa Timur. [ina.kt]

Berita Terkait :  Disperpusip Sosialisasikan Pentingnya Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!