29 C
Sidoarjo
Wednesday, April 22, 2026
spot_img

Pemprov Jatim Targetkan 200 Pesantren Berdaya Ekonomi pada 2026 melalui OPOP

Pemprov Jatim, Bhirawa

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melalui Dinas Koperasi dan UKM terus menggencarkan Program One Pesantren One Product (OPOP). Pada 2026, sebanyak 200 pesantren ditargetkan mampu berdaya secara ekonomi melalui program unggulan tersebut.

Program OPOP dinilai semakin masif dalam memberikan manfaat, khususnya untuk meningkatkan dan memperluas pemberdayaan ekonomi pesantren, alumni, serta masyarakat di sekitarnya.

Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Setda Pemprov Jatim, Jazuli, menjelaskan bahwa OPOP merupakan strategi membekali pesantren dengan kemampuan berwirausaha.

“Agar nanti pulang dari pesantren tidak ‘koma’, karena ekonominya sudah siap,” ujarnya, Selasa (21/4).

Di sela Rapat Koordinasi Pengembangan OPOP Jawa Timur 2026, Jazuli berharap semakin banyak pesantren yang bergabung. Dengan demikian, semakin banyak pula pesantren yang mandiri secara ekonomi.

“Harapannya, para santri ketika terjun ke masyarakat sudah siap. Tidak hanya sehat jasmani dan rohani, tetapi juga kuat secara ekonomi. Melalui OPOP ini, santri diharapkan bisa mandiri,” imbuhnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Endy Alim Abdi Nusa, menambahkan bahwa melalui OPOP tidak hanya pesantren yang diberdayakan, tetapi juga para santrinya. Menurutnya, tidak sedikit santri yang mulai terjun ke dunia usaha.

“Kami menghadirkan santri-santri berprestasi yang sudah memiliki usaha. Meski belajar agama, mereka juga memiliki kemampuan ekonomi dan mampu membantu pesantrennya menjadi lebih mandiri,” jelasnya.

Berita Terkait :  UMSurabaya Gelar Aksi Solidaritas Konser Amal Peduli Bencana Sumatera

Rapat koordinasi pengembangan OPOP 2026 diikuti 200 perwakilan pesantren, terdiri dari 100 peserta daring dan 100 peserta luring di Surabaya. Para peserta membawa produk yang sebagian besar masih dalam tahap pengembangan.

“Masih banyak yang belum memiliki branding, perizinan, seperti PIRT, izin edar, maupun sertifikasi halal. Melalui program OPOP ini, semua itu akan kita bantu agar bisnisnya bisa berjalan,” tegas Endy.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal OPOP, Mohammad Ghofirin, mengungkapkan bahwa hingga 2025 program ini telah memberdayakan 1.410 pesantren. Pada 2026, ditargetkan tambahan 200 pesantren dapat berdaya secara ekonomi.

“Seluruhnya akan dibina secara paripurna, mulai dari kelembagaan, SDM, produk, pemasaran, hingga pembiayaan,” ujarnya.

Menurut Ghofirin, selain peningkatan jumlah peserta, kualitas program OPOP juga terus berkembang. Kini semakin banyak pesantren yang menyadari pentingnya keterampilan kewirausahaan.

“Pesantren tidak hanya mencetak dai, guru ngaji, atau kiai, tetapi juga mencetak wirausahawan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini peserta OPOP masih didominasi wilayah Tapal Kuda, mengingat konsentrasi pesantren yang besar di kawasan tersebut. Bahkan, sejumlah pesantren binaan OPOP telah berhasil menembus pasar ekspor dengan produk unggulannya. [ina.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!