29 C
Sidoarjo
Monday, October 5, 2026
spot_img

Populerkan Jajana Pasar, Alumni DKV UK Petra Ciptakan Karakter “Jelita”


Surabaya, Bhirawa – Alumni Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kristen (UK) Petra ciptakan karakter “Jelita” untuk mempopulerkan kembali jajanan pasar kepada Generasi Z.

Mengadaptasi strategi promosi budaya berbasis Intellectual Property (IP) untuk mendekatkan jajanan pasar kepada anak muda, karya ini juga berhasil tampil di Jakarta Future Festival 2026 yang diusung oleh Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Senin (5/10).

Alumni DKV UK Petra, Veronica Singajaya mengatakan berupaya merebut kembali perhatian Gen Z supaya mengenal dan bangga pada kekayaan kuliner Nusantara. “Karakter Jelita representasi Gen Z pada fase emerging adulthood, lewat kampanye Instagram hadir dalam bentuk komik pendek dan short animation yang menceritakan berbagai pengalaman slice of life dari sudut pandang Jelita, setiap cerita dengan karakteristik dari masing-masing jajanan pasar,” jelasnya.

Lanjut Veronica menjelaskan tidak cuman berupa konten di media sosial, juga menyiapkan bermacam media pendukung, seperti keychain, sticker set, dan postcards. “Karya ini menjadi tugas akhir, tidak hanya mengenalkan jajanan pasar sebagai makanan tradisional, melainkan juga mengaitkannya dengan pengalaman-pengalaman yang dekat dengan kehidupan Gen Z, seperti pencarian jati diri, tekanan sosial, pekerjaan, istirahat, dan proses bertumbuh, serta setiap jajanan memiliki cerita dan makna yang berbeda, tapi menjadi sesuatu yang bisa dikaitkan secara personal dengan kehidupan audiens, jenis-jenis jajanan pasar antara lain kue lapis, onde-onde, leker, putu, klepon, dan carabikang,” tuturnya.

Berita Terkait :  Ketua Komisi X DPR RI Punya PR Besar Pendidikan, Agung Widyantoro Gantikan Hetifah Sjaifudian

Karya berkesempatan tampil pada Projection Mapping Showcase pada Jakarta Future Festival 2026, Event menampilkan pameran karya para mahasiswa DKV terpilih dari seluruh Indonesia,

Veronica mengukapkan bahwa senang menggabungkan unsur fantasi dengan elemen budaya, terutama bagaimana sesuatu yang dekat dengan budaya Indonesia bisa dikemas dalam visual yang lebih imaginative dan personal.

“Ingin karya saya bisa jadi media edukatif, terutama dalam hal illustration, storytelling, dan character/IP development, terus mengeksplorasi bagaimana fantasy dan elemen budaya bisa digabungkan menjadi karya yang relevan dan punya cerita,” pungkasya.

Veronica berhasil menghadirkan karakter IP yang mengubah cara Gen Z memaknai jajanan pasar, bukan lagi sekadar kuliner tradisional yang asing, melainkan sesuatu yang punya cerita dan mampu merefleksikan kehidupan mereka. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!