32 C
Sidoarjo
Monday, October 5, 2026
spot_img

Komisi IV DPRD Gresik Rekomendasikan Tambahan Rp19,46 Miliar untuk Pendidikan dan Kesehatan

Gresik, Bhirawa — Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran–Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun 2027 di Komisi IV DPRD Gresik mengerucut pada usulan penambahan anggaran bagi dua sektor utama: pendidikan dan kesehatan. Secara total, komisi merekomendasikan tambahan sebesar Rp19,46 miliar — Rp6,63 miliar untuk Dinas Pendidikan dan Rp12,83 miliar untuk Dinas Kesehatan.

Rekomendasi ini disusun setelah mencermati postur anggaran kedua perangkat daerah serta kebutuhan pelayanan publik yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam rancangan awal.

Sektor Pendidikan

Dalam KUA-PPAS 2027, anggaran Dinas Pendidikan tercatat Rp960,76 miliar, yang setelah efisiensi menjadi Rp939,89 miliar — berkurang Rp20,86 miliar. Belanja mencakup gaji pegawai Rp521,59 miliar, BOS/DAK Nonfisik Rp175,22 miliar, BOSDA/Bansos Rp114,47 miliar, serta tunjangan tenaga pendidik dan kependidikan Rp90,68 miliar.

Ketua Komisi IV DPRD Gresik Moh Zaifudin menjelaskan rincian usulan tambahan:

– Rp2,54 miliar untuk melengkapi gaji tenaga outsourcing hingga 12 bulan (sebelumnya hanya dianggarkan 9 bulan)

– Rp3,15 miliar untuk pengadaan mebelar sekolah dasar negeri

– Rp935 juta untuk pelatihan dan pengembangan kepala sekolah

Sektor Kesehatan

Sementara itu, anggaran Dinas Kesehatan tercatat Rp759,27 miliar dengan target pendapatan Rp333,47 miliar — berasal dari RSUD Ibnu Sina Rp225,2 miliar, RSUD Gresik Sehati Rp5,18 miliar, RSUD Umar Mas’ud Rp7,58 miliar, serta BLUD 32 puskesmas Rp95,10 miliar.

Usulan tambahan Rp12,829 miliar mencakup:

Berita Terkait :  Sengketa Lahan Puslatpur TNI AL di Kabupaten Pasuruan, Pemerintah Bentuk Tim Ad Hoc

– Rp3,71 miliar untuk tujuh unit ambulans puskesmas (masih kekurangan setelah dianggarkan 2 unit dari DAU Earmark)

– Rp4 miliar untuk penyelesaian pembangunan Puskesmas Slempit

– Rp2 miliar untuk Puskesmas Kedamean

– Rp3 miliar untuk alat laparoskopi di RSUD Gresik Sehati guna mendukung pelayanan dokter spesialis secara optimal

– Rp119,72 juta untuk perawatan gedung RSUD Gresik Sehati (dari kebutuhan Rp326,27 juta, baru tersedia Rp206,54 juta)

Selain itu, juga diusulkan pengadaan lahan Puskesmas Metatu serta alat konsentrator oksigen untuk RSUD Umar Mas’ud.

“Tambahan sekitar Rp19,46 miliar ini menunjukkan bahwa efisiensi anggaran tetap harus menyeimbangkan dengan pemenuhan kebutuhan dasar pelayanan publik,” tegas Zaifudin.

Seluruh rekomendasi ini selanjutnya akan diserahkan kepada Badan Anggaran (Banggar) untuk dibahas dan dimasukkan ke dalam rancangan APBD Kabupaten Gresik Tahun 2027. [kim.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!